MEMO – Kabar duka datang dari Kabupaten Malang, Jawa Timur, di mana seorang penduduk dilaporkan mengalami cedera akibat sengatan arus listrik. Insiden nahas ini terjadi saat wilayah tersebut diterjang angin kencang yang disertai dengan curah hujan yang sangat deras, demikian disampaikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa peristiwa malang tersebut terjadi di Desa Gondanglegi Wetan, Kecamatan Gondanglegi, sekitar pukul 15.12 WIB. Pihak BNPB belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai kejadian tersebut, namun mereka memastikan bahwa korban telah segera dievakuasi dan mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan.
“Satu orang mengalami luka ringan akibat terkena aliran listrik. Saat ini, korban yang terluka telah mendapatkan pertolongan medis dan sudah dibawa ke RSUD Kanjuruhan,” ujar Aam, sapaan akrabnya, dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (15/4/2025).
Abdul menambahkan bahwa tim reaksi cepat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, bersama dengan unsur gabungan lainnya, telah diterjunkan ke lokasi kejadian. Mereka bergerak cepat untuk melakukan penanganan darurat, termasuk pemotongan dan pembersihan material pohon tumbang, serta masih dalam proses pendataan dampak kerusakan yang ditimbulkan.
Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum
BNPB mengonfirmasi bahwa cuaca ekstrem berupa angin kencang yang disertai hujan lebat dan petir yang melanda Gondanglegi, Kabupaten Malang, sejak hari Senin sebelumnya, juga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah rumah warga dan fasilitas pendidikan. Selain itu, banyak pohon tumbang yang menghambat aksesibilitas warga.
Menyikapi situasi ini, BNPB mengimbau kepada pemerintah daerah untuk meningkatkan tingkat kesiapsiagaan. Hal ini mencakup kesiapan personel, peralatan, serta logistik, guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
Sementara itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan terus memantau perkembangan informasi cuaca dari sumber-sumber resmi pemerintah. Informasi ini penting sebagai panduan dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari.
“Hal ini perlu menjadi perhatian serius mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi di beberapa wilayah di Pulau Jawa, termasuk Kabupaten Malang, dalam beberapa hari ke depan. Sebagaimana perkiraan cuaca dari BMKG yang mendeteksi adanya faktor gangguan dinamika atmosfer dan kondisi pancaroba yang turut mempengaruhinya,” jelasnya lebih lanjut.












