Tekad pelaku untuk mengambil jalan pintas tampaknya sudah tidak dapat dibendung. Setelah kepergok keluarga, pelaku kemudian berpamitan ke belakang. Ternyata, pelaku meneruskan aksinya. Sementara itu, karena tidak kunjung kembali, kemudian sang ayah menyusul ke belakang. Ternyata, putrinya telah gantung diri.
“Dari keterangan saksi-saksi, pelaku mengalami sakit vertigo. Kemudian pihak keluarga telah menyadari bahwa kejadian tersebut atas kehendak Tuhan YME, dengan membuat surat pernyatan dan juga tidak dilakukan autopsi,” tutupnya
Baca Juga: Camat Banyakan Akui Terima Uang Suap Pengisian Perangkat Desa Senilai Seratus Tiga Puluh Juta
Diduga depresi karena sakit tak kunjung sembuh, Sumiarni, 40 tahun, warga Kelurahan Tinalan Kecamatan Pesantren Kota Kediri nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di rumahnya. Peristiwa terjadi sekitar jam 09.00 WIB, pagi tadi.
Kapolsek Pesantren Polres Kediri Kota, Kompol Suyitno, SH, menjelaskan bahwa kejadian pertama kali diketahui oleh keluarga Sumiarni. Saat ditemukan, Sumiarni dalam keadaan tergantung di blandar rumah menggunakan selendang. Melihat Sumiarni tergantung, salah satu anggota keluarga langsung berteriak dan terdengar oleh ayah korban, Sarjono.
Sebelumnya, sekitar jam 04.30 WIB pagi tadi, Sumiarni ternyata sudah berniat untuk bunuh diri dengan mengikatkan lehernya di dalam kamar. Namun saat itu aksi nekad korban diketahui oleh salah satu anggota keluarga sehingga nyawa Sumiarni dapat diselamatkan meski sudah dalam keadaan lemas. Pihak keluarga benar -benar tak menyangka jika Sumiarni kembali mengulangi niatnya untuk gantung diri. ( ed )












