Kediri, memo
Inspeksi mendadak Wali Kota Kediri, Vinanda Pramesawati, ke kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mengungkap sorotan terhadap disiplin anggota yang dinilai belum optimal serta kondisi kantor yang kurang layak, memicu instruksi perbaikan segera dari pimpinan daerah.
emerintah Kota Kediri, Jawa Timur, memberikan perhatian khusus terhadap kedisiplinan pegawai di lingkungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Kediri. Hal ini terungkap saat Wali Kota Kediri, Vinanda Pramesawati, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor Satpol PP pada Selasa ([Tanggal Sidak Jika Diketahui]).
Baca Juga: Malam Tahun Baru di Kediri, Peresmian Jalan Stasiun dan 2.000 Porsi Pecel Gratis
Dalam sidak tersebut, Wali Kota Vinanda mendapati sejumlah anggota Satpol PP tidak hadir di kantor saat jam kerja. “Pertama, nanti saya sampaikan ke Pak Syamsul (Kepala Satpol PP Kota Kediri) supaya disampaikan lagi agar besok hadir lebih awal. Tetapi ketika seterusnya tidak hadir tepat waktu, ini bisa menjadi catatan,” tegasnya di Kediri.
Sidak ini, lanjut Wali Kota, bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan seluruh personel Satpol PP. Ia menekankan pentingnya penegakan disiplin bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai, yang dilakukan secara profesional dan humanis. Menurutnya, Satpol PP sebagai garda terdepan penegakan peraturan daerah (perda) harus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Selain persoalan disiplin, Wali Kota juga menyoroti kondisi fisik Kantor Satpol PP Kota Kediri. Ia menilai ruangan penyimpanan barang bukti kurang layak dan kebersihan kantor belum optimal. “Ada beberapa ruangan yang perlu dibersihkan, kebersihan kantornya kurang. Sehingga tadi saya menginstruksikan kepada keluarga besar Satpol PP untuk hari ini bersama-sama membersihkan kantor. Kemudian ada aset yang sudah tidak digunakan, harus tetap dibersihkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wali Kota Vinanda meninjau keberadaan tulisan larangan buang air kecil di area tertentu yang sering dilanggar, terutama oleh Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) saat mendapatkan pelayanan. Ia berharap petugas dapat mengawasi dan memberikan teguran secara humanis jika terjadi pelanggaran. “Ada beberapa tulisan ‘dilarang kencing di sini’, ada beberapa ODGJ ketika pelayanan oleh Satpol PP selalu kencing di situ, sehingga perlu juga memberi pengetahuan kepada anggota Satpol PP supaya ODGJ tidak kencing di situ, karena kebersihan kantor sangat penting,” katanya.
Baca Juga: Skandal Seleksi Perangkat Desa Kediri Terbongkar, Unisma Akui Proses Ujian Tidak Benar Harus Dicabut
Dalam sidak tersebut, Wali Kota tidak menemukan Kepala Satpol PP Kota Kediri, Syamsul Bahri, di kantor. Ia kemudian menghubungi Syamsul melalui telepon seluler.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Satpol PP Kota Kediri, Syamsul Bahri, menjelaskan bahwa ketidakhadirannya di kantor dikarenakan menghadiri undangan paparan di Balai Kota Kediri. “Saya ditelpon dikira saya belum datang. Tetapi saya sudah datang. Tetapi karena ada undangan paparan di ruang Kilisuci, maka saya langsung datang ke Kilisuci,” jelasnya.
Syamsul Bahri menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti arahan dari Wali Kota terkait masukan yang telah diberikan. “Arahan beliau pertama kebersihan, kerapian, lalu penataan sarana prasarana motor dan mobil. Beliau melihat motor yang mangkrak itu, dikira tidak terawat. Sudah saya jelaskan motor itu dalam proses penghapusan, untuk efisiensi dalam perawatan dan pemeliharaan,” terangnya.
Mengenai tingkat disiplin pegawai, Syamsul Bahri mengklaim bahwa secara keseluruhan sudah baik. “Untuk kedisiplinan insya Allah sudah bagus. Tetapi karena kantornya sangat sempit, untuk siaga di kantor 200 orang tidak memungkinkan, makanya ada yang di mobil, ada yang di sebelah dan ada yang patroli,” pungkasnya.












