Example floating
Example floating
Jatim

Wabah Wereng Memusnahkan Harapan Petani Ponorogo, Ancam Stok Nasional

Avatar
×

Wabah Wereng Memusnahkan Harapan Petani Ponorogo, Ancam Stok Nasional

Sebarkan artikel ini
Wabah Wereng Memusnahkan Harapan Petani Ponorogo, Ancam Stok Nasional

“Akibatnya ada yang bisa diatasi, ada yang tidak bisa diatasi. Yang tidak bisa diatasi ya dibiarkan karena kalau dirawat, biaya perawatan atau pengobatannya itu lebih besar daripada hasil panennya, ya ini rugi total,” keluhnya, menggambarkan dilema ekonomi yang menjerat petani. Mereka terpaksa merelakan lahan karena biaya pengobatan yang lebih mahal dari hasil yang mungkin didapat.

Senada dengan Subkhi, Junaidi, petani lainnya, turut menegaskan betapa meratanya serangan wereng ini. Ia menduga, faktor cuaca mungkin turut menjadi pemicu wabah masif ini. “Wereng itu dalam satu malam saja, bisa menyerang satu hektar saja langsung habis,” tegas Junaidi. Ia membandingkan dengan hama lain:

Baca Juga: YAKUZA MANEGES Den Gus Thuba dengan Tokoh Ormas / LSM Besar di Indonesia Gelar Pertemuan Tertutup Tempati Ruang Khusus Kasatreskrim Polrestabes Surabaya

“Beda sama belalang, besuk-besuk disemprot nggak apa-apa, tapi kalau penyemprotan hama wereng kok ditunda, ya sudah bisa selesai.” Pernyataannya menyoroti urgensi penanganan yang tidak bisa ditunda.

Keresahan ini bukan lagi isu lokal Bangunsari semata. Dari Desa Winong di Kecamatan Jetis hingga berbagai penjuru Ponorogo, kisah serupa terus bermunculan. Petani kini menatap pemerintah dengan harapan besar. Subkhi berharap dinas terkait segera memberikan solusi konkret, utamanya dalam bentuk pemberian pestisida secara merata.

Baca Juga: Syawalan 1447 H di Ponpes Wali Barokah, Dandim 0809/Kediri Pesankan Ini

“Karena ini merata, tidak hanya di sini, semuanya kena. Tinggal kebijakannya seperti apa dari pemerintah karena ini menyangkut stok pangan nasional,” pungkas Subkhi, menyiratkan bahwa krisis di Ponorogo ini bisa berdampak luas pada ketersediaan pangan negara jika tidak segera diatasi. Sebuah panggilan darurat dari lumbung padi yang kini terancam.