Example floating
Example floating
Jatim

Viral Sajen di Letusan Semeru Ditendang dan Dibuang, Ini Reaksi Keras Kemenag

A. Daroini
×

Viral Sajen di Letusan Semeru Ditendang dan Dibuang, Ini Reaksi Keras Kemenag

Sebarkan artikel ini
Viral Sajen di Letusan Semeru Ditendang dan Dibuang, Ini Reaksi Keras Kemenag

Aksi menendang dan membuang sesajen yang dilakukan seorang pria berjenggot dengan mengenakan jubah warna abu-abu, dan rompi hitam di daerah bencana letusan Gunung Semeru, membuat gempar media sosial.

Dalam aksinya yang beredar dalam bentuk rekaman video, pria tersebut sempat meneriakkan takbir sebelum menendang dan membuang sesajen yang lokasinya diketahui di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang.

Baca Juga: Sukseskan Program KDMP dan KKMP, Dandim 0809/Kediri Undang Silaturahmi LSM dan Wartawan

 

Bukan hanya pengguna media sosial yang bereaksi keras atas aksi tak terpuji tersebut. Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Lumajang, Muhammad Muslim juga sangat menyesalkan perbuatan pria yang terekam video tersebut.

Baca Juga: Kualitas Menu Makan Bergizi Gratis di Madiun Disorot Akibat Temuan Jambu Busuk

“Sebagai Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Lumajang, saya sangat kaget dan menyayangkan peristiwa ini, karena itu tidakan kurang beradab. Kalau mau berdakwah, berdakwalah dengan baik, tidak merusak keyakinan orang lain,” tegas Muhammad Muslim.

Menurutnya Islam menganjurkan untuk berdakwah dengan baik, tidak merusak apa yang sudah menjadi keyakinan orang lain. Jangan menyakiti perasaan orang lain, apalagi Kabupaten Lumajang, sedang berduka dengan bencana Gunung Semeru.

Baca Juga: Dugaan Telur Busuk Program Makan Bergizi Gratis di Madiun Coreng Citra Satuan Pelayanan

Tindakan tersebut, menurut Muhammad Muslim sangat menciderai moderasi kehidupan beragama di Kabupaten Lumajang, yang selama ini sudah berjalan dengan baik. “Informasinya pelaku bukan orang Lumajang. Kami minta polisi mengusut tindakan ini, dan meminta masyarakat tetap tenang,” tegasnya.

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq juga bereaksi keras atas peristiwa tersebut. Dia memastikan pelakunya bukan orang Lumajang. “Ini membuat kita semua kecewa, karena merusak tata nilai kehidupan masyarakat di Lumajang, yang selama ini hidup damai berdampingan,” pungkasnya.