“Tugas mereka sangat berat dan penuh risiko. Kedatangan saya hari ini untuk memastikan Pak Arvan mendapatkan perawatan terbaik dan memberikan semangat agar beliau bisa segera kembali berkumpul bersama keluarga serta rekan-rekan di kesatuan,” ujar Vinanda dengan nada empati.
Lebih lanjut, Wali Kota perempuan pertama di Kediri ini menekankan pentingnya aspek keselamatan kerja (safety first). Ia menginstruksikan jajaran terkait untuk melakukan audit internal terhadap prosedur operasional standar (SOP) di lapangan.
Kejadian ini menjadi pengingat keras bahwa penggunaan APD lengkap tidak boleh ditawar, sekecil apa pun risiko yang terlihat.
“Dedikasi seluruh tim Damkar sangat luar biasa bagi masyarakat Kota Kediri. Namun, keselamatan nyawa petugas tetap yang utama. Kami akan meninjau ulang kelengkapan perlengkapan pelindung dan memperketat protokol kerja agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan,” tegas Vinanda.
Baca Juga: Warga Dan Pedagang Geruduk Kantor SPPG Bandar Lor Kediri Karena Dugaan Penipuan
Hingga saat ini, kondisi Achmad Arvan dilaporkan mulai stabil dan menunjukkan tren kesembuhan yang positif setelah melewati masa kritis. Pihak RS Baptis terus memantau respon tubuh korban terhadap pengobatan pasca-sengatan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Peristiwa ini menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Kediri untuk memperkuat jaminan perlindungan bagi petugas lapangan.
Baca Juga: Bupati Kediri Salurkan Ratusan Alat Mesin Pertanian Modern Guna Dongkrak Produktivitas Petani
Komitmen Wali Kota Vinanda Prameswati dalam mengevaluasi alat keselamatan diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri para personel Damkar dalam mengabdi, sekaligus memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal tanpa mengabaikan keselamatan nyawa petugas.












