Tanpa mengeluh, tanpa banyak kata, tetap berusaha, semangat hidupnya masih tetap menyala.
“Pasarnya di Ngelongah Sumberingin, kadang di pasar tradisional Jarakan, atau di pasar Ngrayung Ngadirenggo, tergantung hari pasarannya,” tuturnya.
Baca Juga: Lompatan Kerja 2030, Profesi yang Meroket dan Terjungkal Diterjang Gelombang Teknologi
Di waktu dirinya masih muda serta suaminya masih hidup, dirinya pun ke pasar-pasar yang jaraknya hingga 15 kilometer dari rumahnya.
“Dulu saya masih mampu ke pasar Tugu yang jaraknya sekitar belasan kilometer dari rumah,” jelasnya.
Baca Juga: Otoritas Pajak Bidik Sepuluh Korporasi Sawit Kakap Terkait Indikasi Manipulasi Setoran Negara
Akhirnya, dirinya berpesan, tiada kata berhenti berikhtiar dalam kehidupan, selagi kita masih diberikan kesehatan. Itulah wujud dari syukur kita kepada Allah Swt, pungkasnya mengakhiri perbincangan.
Artikel asli dari Memo Tulungagung, dengan judul :
Baca Juga: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Tegaskan Integritas, Hindari Korupsi dan Fokus Reformasi
Telah Renta, Semangat Tak Pernah Pudar, Tetap Jualan Sapu Lidi Untuk Hidupi Seorangdiri












