Umurnya memang sudah tua. Bisa disebut renta. Tapi, semangatnya tak pernah pudar. Menjalani hidup seorang diri dengan tetep bekerja keras. Hanya jualan sapu lidi. Namun, cukup menghidupi seorang diri.
Di rumahnya yang ia tempati seorang diri, Sarikem atau Dumuk (75 tahun), beralamatkan di RT 13 RW 07 Wadikidul (wetan kali) Ngadirenggo Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek, dirinya mengerjakan sendiri pekerjaan dengan cekatan meski nampak telah lambat karena faktor usia.
Baca Juga: Lompatan Kerja 2030, Profesi yang Meroket dan Terjungkal Diterjang Gelombang Teknologi
Karena suami dan anak satu-satunya telah dipanggil oleh Sang Khalik, beberapa tahun yang lalu.
Sehari-hari aktivitasnya adalah menjual sapu dan keset dari sepet atau dari serabut kelapa.
Baca Juga: Viral Pemudik Nyasar ke Sawah Sleman Akibat Navigasi Digital Jalur Alternatif Dihapus
Jarak pasar dengan rumahnya lumayan jauh. Dengan mengayuh sepeda tua miliknya, dirinya membawa dagangan ke pasar di pagi hari dan ia pun berharap agar dagangannya laku terjual.
Jika dagangannya belum habis, maka dirinya pun menjajakan berkeliling, ke warung-warung kelontong yang di jumpainya.
Baca Juga: Dari Blitar Berprestasi, Kini Muklisin Buka Babak Baru Kolaborasi di Banyuwangi
Meskipun di tengah kemajuan jaman dan modern ini, dirinya masih tetap eksis memproduksi sapu dan keset sendiri serta sebagian kulakan di tetangganya.
Tanpa mengeluh, tanpa banyak kata, tetap berusaha, semangat hidupnya masih tetap menyala.
“Pasarnya di Ngelongah Sumberingin, kadang di pasar tradisional Jarakan, atau di pasar Ngrayung Ngadirenggo, tergantung hari pasarannya,” tuturnya.
Di waktu dirinya masih muda serta suaminya masih hidup, dirinya pun ke pasar-pasar yang jaraknya hingga 15 kilometer dari rumahnya.
“Dulu saya masih mampu ke pasar Tugu yang jaraknya sekitar belasan kilometer dari rumah,” jelasnya.
Akhirnya, dirinya berpesan, tiada kata berhenti berikhtiar dalam kehidupan, selagi kita masih diberikan kesehatan. Itulah wujud dari syukur kita kepada Allah Swt, pungkasnya mengakhiri perbincangan.
Artikel asli dari Memo Tulungagung, dengan judul :
Telah Renta, Semangat Tak Pernah Pudar, Tetap Jualan Sapu Lidi Untuk Hidupi Seorangdiri












