Example floating
Example floating
Metropolis

Usai Hina Ning Imaz Lirboyo, Pegiat Sosial Eko Kuntadi Mundur dari Relawan Ganjar Pranowo

A. Daroini
×

Usai Hina Ning Imaz Lirboyo, Pegiat Sosial Eko Kuntadi Mundur dari Relawan Ganjar Pranowo

Sebarkan artikel ini
eko kuntadi

Jakarta, Memo

Praktisi sosial media Eko Kuntadhi jadi figur yang banyak dibicarakan sekian hari ini, karena ciutannya yang diperhitungkan menghina Ustadzah Imaz Fatimatuz Zahra. Buntut dari ciutannya itu, Eko dengan ikhlas melepas kedudukannya sebagai ketua umum sukarelawan Ganjar Pranowo, Ganjarist.

Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu

“Buntut dari ciutan saya yang pernah membuat keributan, membuat saya harus memutuskan mundur dari Ketua Umum Ganjarist,” bebernya

Ganjarist ialah organ sukarelawan yang sejauh ini berusaha memberikan dukungan putra terbaik Indonesia Ganjar Pranowo untuk maju sebagai pimpinan nasional pada Pemilihan presiden 2024 kedepan.

Baca Juga: Cek Fakta Ramai Soal THR ASN Tahun 2026 Cair Awal Ramadhan Begini Kata Pemkab Lumajang Untuk Berikan Kepastian Bagi Pegawai

Dia mengatahui jalinan Ganjar Pranowo dengan semua jemaah Nadlatul Ulama (NU) benar-benar dekat. Hubungan yang juga sama terikat dengan keluarga besar Pesantren Lirboyo. Bahkan juga dapat disebutkan jalinan Ganjar Pranowo dan ayah Gus Rifqil Moeslim, yaitu KH Suyuthi Murtadlo, pengasuh Pondok pesantren Manbaul Hikmah, Kaliwungu, telah seperti keluarga. Karenanya, dia tidak mau keributan yang dibikinnya memperkeruhkan jalinan Ganjar dengan keluarga Gus Rafqil.

“Saat Gus Rifqil menikah dengan Ning Imaz, Ganjar sebagai wakil pihak keluarga Kaliwungu, untuk menyongsong Keluarga Besar Pondok pesantren Lirboyo,” bebernya.

Baca Juga: Dukung Kreativitas Reses di Dinoyo Sekolahan DPRD Surabaya Sosialisasikan Program Intervensi Gen Z Rp5 Juta Per RW Tahun 2026

“Saya benar-benar mengharap apa yang saya lalui tidak mengganggu kehangatan jalinan Pak Ganjar dan Keluarga besar Nahdliyin terutamanya masyarakat PP Lirboyo dan PP Manbaul Hikmah Kaliwungu. Karenanya keputusan mundur saya dari Ketua Umum Ganjarist saya mengambil untuk hal yang semakin besar,” sambungnya.

Dia menambah, jika apa yang terjadi sekarang ini tidak ada hubungannya dengan Ganjarist, sebagai organisasi sukarelawan Ganjar. Apa lagi pada Ganjar Pranowo yang semenjak awalnya tak pernah turut serta dalam pendirian atau pergerakan gerak jalannya organisasi Ganjarist.

Awalnya, Ustadzah Pondok pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, Ustadzah Imaz Fatimatuz Zahra jadi korban penghinaan dan penghinaan di baris periode Twitter. Ning Imaz, panggilan akrabnya, jadi bahan olok-olok dan penghinaan seksual saat videonya mengenai khotbah kehidupan di surga ditanggapi praktisi sosial media (sosmed) Eko Kuntadhi @_ekokuntadhi.

Dalam statusnya, Eko mengupload video dengan judul ‘Tolol tingkat kadal. Hidup kok hanya mimpi selangkangan’ dalam video tausiyah Ning Imaz. Posting Eko ini mendapatkan reaksi keras dari netizen, khususnya kader Nahdliyin. Bahkan juga suami Ning Imaz yang minta ada niat baik dari Eko Kuntadhi mohon maaf langsung ke ia dan istrinya.

Sesudah mendapatkan peringatan dari account Nadirsyah Hosen @na_dirs alias Gus Nadir, Eko lantas hapus status itu.

“Yang Anda publish itu video Ning Imaz dari Pondok pesantren Lirboyo, istri dari Gus Rifqil Moeslim. Berbeda opini hal umum. Tetapi tidak perlu menandai dalam kata tolol. Posting saja video aslinya. Bukan yang telah ditambahkan kalimat tolol. Belajarlah untuk sopan dalam ketidaksamaan,” catat Gus Nadir di account Twitter-nya.