Yang kedua, kata Wakil Ketua Komunitas Pecinta Kiai Sholeh Darat (Kopi Soda) Semarang itu, menyebut Kiai Sholeh Darat dikenal dengan komitmennya untuk membangun nalar nusantara karena pada waktu itu ikut ayahnya berjuang menghadapi Belanda.
Hal ini menunjukkan kecintaannya kepada Nusantara dengan benci kepada penjajah Belanda. Bahkan, beliau menulis sebuah kitab yang salah satu dari isinya “Barang Siapa meniru gaya-gaya Belanda, maka orang itu sama dengan mereka (Belanda-red), termasuk memakai sesuatu benda seperti Belanda, misalnya celana, topi, dan dasi. Beliau menjelaskan hal tersebut di Kitab Majmu’at asy -Syariah Al Kafiyah li al Awam,” bebernya.
Baca Juga: Sebelum Darwin, Ini Sosok Ilmuwan Muslim Yang Menemukan Teori Evolusi
Menurut M Rizka, hal tersebut bisa menumbuhkan kecintaan dan mendorong jiwa kebangsaan membuat masyarakat beragama dengan baik, termasuk menerjemahkan Alquran sesuai visi dan misi kebangsaan.












