Berbeda dengan sang bupati, Wakil Bupati Blitar Beky Herdihansah menuai kritik lantaran tidak hadir ketika gedung DPRD dirusak massa. Bahkan sehari sebelumnya, Beky terlihat menghadiri rapat paripurna dengan mengendarai mobil sport BMW bernilai miliaran rupiah.
Ironisnya, usai rapat mobil mewah tersebut sempat tersangkut di perempatan Kanigoro hingga membuat heboh warganet. Video kejadian itu viral di media sosial dan menimbulkan spekulasi publik.
Baca Juga: Gus Tamim Gaungkan Ketahanan Pangan Keluarga Lewat Greenhouse Skala Kecil
“Apakah wabup sedang mabuk?” tulis seorang netizen di salah satu akun media sosial.
Ketiadaan Beky dalam penanganan pascakerusuhan pun dianggap masyarakat sebagai tanda kurangnya kepedulian. Sejumlah warga menilai perbedaan empati antara bupati dan wabup kini semakin terlihat jelas.
Baca Juga: Sidak TKP2OM di Blitar Kota, Kapolres Pastikan Keamanan Produk untuk Masyarakat
Masyarakat Blitar berharap para pejabat lebih peka terhadap kondisi sosial dan penderitaan rakyat. Bagi mereka, saat kantor DPRD hancur, fasilitas umum rusak, dan barang-barang dijarah, pejabat seharusnya hadir di tengah masyarakat.
“Ini waktunya para pejabat diuji. Rakyat bisa menilai siapa yang benar-benar peduli dan siapa yang hanya pamer kekayaan,” ujar seorang tokoh masyarakat Blitar yang enggan disebutkan namanya.
Ujian empati ini diyakini akan menjadi tolok ukur kepercayaan publik ke depan. “Rakyat akan mencintai pejabat yang sederhana dan mau turun langsung, bukan yang hanya muncul saat keadaan nyaman,” tambahnya.**












