Example floating
Example floating
Birokrasi

Uang Koruptor Jadi Beasiswa! Presiden Targetkan Rp900 Triliun Kerugian Negara untuk Danai Generasi Emas

A. Daroini
×

Uang Koruptor Jadi Beasiswa! Presiden Targetkan Rp900 Triliun Kerugian Negara untuk Danai Generasi Emas

Sebarkan artikel ini
Uang Koruptor Jadi Beasiswa! Presiden Targetkan Rp900 Triliun Kerugian Negara untuk Danai Generasi Emas

Setelah ditemukan, mereka akan dididik melalui jalur khusus dan dibiayai penuh oleh dana sitaan negara.

‘SMA Garuda’: Mencetak Alumni Harvard dan MIT

Untuk menampung talenta-talenta unggul ini, pemerintah meluncurkan program sekolah unggulan bernama SMA Garuda. Program ini bertujuan menciptakan lulusan yang mampu bersaing di kampus-kampus top global.

Baca Juga: Reses M Hadi DPRD Jatim Asal Golkar Temukan Keluhan Warga Atas Kurang Singkronnya Kebijakan Walkot Kediri dengan Kadis

Standar Internasional: Kurikulum yang diterapkan menggunakan standar internasional IB (International Baccalaureate) System.

Target Global: Lulusan SMA Garuda diproyeksikan bisa diterima di universitas terbaik dunia, seperti Harvard, MIT, dan Oxford.

Baca Juga: Sengketa Proyek Alun-alun Masuk Babak Baru, Selisih Pembayaran Rp 9 M Lebih  Ditolak Kontraktor, begini pernyataan Kadis PUPR Kota Kediri

Program ini rencananya akan membangun 10 SMA Garuda baru dan mengintegrasikan 14 sekolah unggulan yang sudah ada.

288.000 Layar Digital Gantikan Papan Tulis di Seluruh Sekolah

Selain mengurus beasiswa dan sekolah elit, revolusi pendidikan juga menyentuh aspek teknologi dasar di ruang kelas. Presiden mengumumkan program modernisasi sarana belajar:

Baca Juga: Kasus TPA Pojok Kediri Masuk Persidangan, Hakim : Silakan Penuhi Persyaratan Sebelum Gugatan Saudara Dinyatakan Sah

Papan Tulis Digital: Pemerintah menyediakan 288.000 unit Interactive Flat Panel (IFP), yaitu layar interaktif digital berukuran besar (70-75 inci), yang akan didistribusikan ke SD, SMP, dan SMA.

Solusi Guru: IFP ini sangat penting untuk sekolah terpencil yang kekurangan guru berkualitas. Layar ini sudah memuat ratusan ribu konten silabus, sehingga pelajaran sulit seperti Matematika atau Bahasa Inggris dapat dibantu secara digital.

Hingga saat ini, mendekati 50.000 sekolah telah menerima bantuan panel IFP tersebut, menjadikannya lompatan besar untuk mengatasi disparitas kualitas pendidikan di Indonesia.