Hal ini terjadi karena dua desa tersebut berada di daerah pegunungan dan sumber airnya sudah sangat menipis. Ditambah dengan minimnya curah hujan di Trenggalek membuat kekeringan semakin parah.
Kalaksa BPBD Trenggalek menambahkan, dari hasil pemetaan BPBD, masih ada potensi wilayah lain yang juga akan terdampak kekeringan tahun ini.
Sebagian besar wilayah yang mengalami kekeringan adalah desa yang berada di ketinggian dan menjadi langganan kekeringan setiap musim kemarau.












