Example floating
Example floating
Home

Tragis! Lansia di Tangsel Meninggal Setelah Antre Gas Elpiji 3 Kg Berjam-Jam

Avatar
×

Tragis! Lansia di Tangsel Meninggal Setelah Antre Gas Elpiji 3 Kg Berjam-Jam

Sebarkan artikel ini

MEMO – Seorang ibu lanjut usia bernama Yonih (62), warga Pamulang, Tangerang Selatan, meninggal dunia setelah kelelahan mengantre gas elpiji 3 kilogram. Kelangkaan gas melon yang terus terjadi membuatnya harus menunggu lama untuk mendapatkan tabung gas bersubsidi.

Kejadian memilukan ini terjadi pada Senin (3/2/2025), saat Yonih baru saja selesai berjualan nasi uduk. Demi mendapatkan gas untuk memasak keesokan harinya, ia bergegas menuju pangkalan dengan membawa dua tabung kosong, yang jaraknya sekitar 300 meter dari rumahnya.

Baca Juga: PSHWTM Ranting Rungkut Surabaya Bagikan 1.903 Takjil, Usung Tema "Silat Menyehatkan Raga, Berbagi Menguatkan Jiwa"

“Dari pagi sudah antre, baru dapat gas jam 11.30 WIB,” kata Raya, keponakan Yonih, dengan suara bergetar. “Belum sempat sampai rumah, bibi saya pingsan di jalan.”

Menurut keterangan keluarga, sebelum jatuh pingsan, Yonih sempat beristirahat di sebuah tempat laundry dekat pangkalan gas. Ia mengeluh kelelahan setelah berdiri lama dalam antrean yang mengular.

Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap

Seorang warga yang melihatnya lemas segera menghubungi kerabatnya, Robby, agar menjemputnya. Namun, saat tiba di lokasi, Yonih sudah dalam kondisi tak sadarkan diri.

“Bibi saya sudah pingsan. Langsung kami bawa ke Rumah Sakit Permata, Pamulang, tapi dokter menyatakan beliau sudah meninggal dunia,” ujar Raya sambil menangis.

Baca Juga: DPR Desak BPOM Razia Kurma Berpengawet Selama Bulan Ramadhan

Tragedi ini menambah deretan keluhan masyarakat terkait kelangkaan gas elpiji 3 kg. Sejumlah warga mengaku sudah kesulitan mendapatkan gas melon selama beberapa minggu terakhir. Mereka harus rela antre panjang, bahkan beberapa terpaksa pulang dengan tangan kosong karena stok yang tersedia sangat terbatas.

“Kadang datang subuh, tetap saja kehabisan,” ungkap seorang warga Pamulang yang enggan disebut namanya. “Sekarang gas langka, tapi kalau ada pun harganya naik terus!”

Hingga kini, belum ada solusi konkret dari pemerintah terkait kelangkaan gas elpiji 3 kg yang makin menyulitkan masyarakat kecil. Akankah ada tindakan nyata sebelum semakin banyak korban berjatuhan?