Upaya penyelamatan nyawa Stevens segera dilakukan dengan menerbangkannya ke rumah sakit terdekat. Namun, takdir berkata lain, dan dua hari berselang, alat bantu kehidupan yang menopangnya terpaksa dicabut. Ironisnya, tragedi ini terjadi hanya sebulan setelah Stevens berada di bawah pengasuhan Wilson.
Rekaman kamera pengawas yang disita oleh pihak berwenang menjadi saksi bisu detik-detik mencekam saat Wilson menduduki tubuh Stevens. Setelah menyadari kondisi fatal yang dialami anak asuhnya, Wilson dengan panik meminta anak asuh lainnya untuk menghubungi layanan darurat 911. Dalam rekaman tersebut, suara Wilson terdengar berulang kali memanggil nama “Dakota” dengan nada histeris lantaran sang bocah berhenti bernapas.
Baca Juga: Tragedi Sendang Wetan: Bocah 9 Tahun Meregang Nyawa di Kedalaman Kolam
Kini, Jennifer Wilson menghadapi ancaman hukuman penjara hingga enam tahun jika terbukti bersalah atas perbuatannya. Sebelumnya, ia diketahui telah mengasuh tiga anak lainnya di kediamannya yang terletak di Berrien County. Namun, izin pengasuhannya kini telah dibekukan.
Seorang juru bicara dari Departemen Layanan Anak menyatakan bahwa lisensi pengasuhan Wilson sedang dalam proses peninjauan lebih lanjut untuk kemungkinan pencabutan permanen. Kasus tragis ini menambah daftar panjang kekerasan terhadap anak di bawah pengasuhan, dan menjadi sorotan tajam akan perlunya pengawasan yang lebih ketat terhadap proses adopsi dan pengasuhan anak.
Baca Juga: Kisah Tragis Bintang TikToker, Sana Yousaf Tewas Ditembak Akibat Menolak Cinta












