Memo.co.id, GRESIK – Duka mendalam menyelimuti warga Gresik setelah sebuah peristiwa tragis bocah 7 tahun di Driyorejo Gresik tewas hanyut di selokan dilaporkan terjadi pada sore hari tadi. Korban yang sedang beraktivitas di luar rumah saat cuaca buruk tidak mampu menyelamatkan diri ketika terpeleset dan masuk ke dalam saluran drainase yang tengah meluap. Arus air yang sangat deras akibat hujan lebat membuat tubuh mungil korban terseret hingga cukup jauh dari lokasi awal. Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi seluruh elemen masyarakat mengenai bahaya tersembunyi di balik genangan air dan saluran drainase perkotaan saat musim penghujan tiba.
Kronologi Kejadian Tragis di Saluran Air Driyorejo
Kejadian memilukan ini bermula ketika wilayah Driyorejo dan sekitarnya diguyur hujan deras selama beberapa jam. Menurut keterangan dari saksi mata di lokasi kejadian, korban yang masih berusia tujuh tahun tersebut awalnya terlihat sedang bermain di dekat area rumahnya. Kondisi jalanan yang mulai tergenang dan suara air yang menderu di dalam selokan tampaknya tidak disadari sebagai ancaman yang mematikan. Saat melintasi bibir selokan yang tidak memiliki pagar pengaman, korban diduga terpeleset akibat licinnya permukaan jalan. Dalam sekejap, tubuh korban masuk ke dalam aliran air yang tengah meluap dan langsung terseret arus yang sangat kuat menuju arah hilir.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera melakukan upaya pencarian secara mandiri dengan alat seadanya. Namun, derasnya debit air dan keruhnya kondisi selokan membuat proses pencarian awal mengalami kendala besar. Pihak keluarga yang panik langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Driyorejo dan BPBD Kabupaten Gresik. Tim evakuasi yang tiba di lokasi langsung menyisir jalur drainase sepanjang beberapa kilometer. Setelah dilakukan pencarian intensif selama lebih dari satu jam, tubuh korban akhirnya ditemukan tersangkut di salah satu gorong-gorong dalam kondisi yang sudah tidak bernyawa.
Tangis histeris keluarga pecah saat jenazah bocah malang tersebut dievakuasi ke puskesmas terdekat. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, sehingga murni dinyatakan meninggal akibat tenggelam dan benturan saat terseret arus selokan. Kapolsek Driyorejo mengonfirmasi bahwa kejadian ini murni kecelakaan akibat cuaca ekstrem. Pihak kepolisian juga langsung melakukan olah TKP untuk melihat apakah ada unsur kelalaian atau infrastruktur yang membahayakan publik di sekitar lokasi kejadian.
Peristiwa ini kembali menyoroti masalah infrastruktur drainase di kawasan padat penduduk. Banyak selokan di wilayah pemukiman yang memiliki kedalaman signifikan namun tidak dilengkapi dengan penutup beton atau pembatas jalan yang memadai. Saat hujan deras, batas antara jalan dan selokan seringkali tidak terlihat karena tertutup genangan air, yang sangat membahayakan bagi pejalan kaki, terutama anak-anak. Pemerintah desa dan pihak pengembang perumahan diimbau untuk segera melakukan audit terhadap keamanan saluran air guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.
Selain faktor infrastruktur, peran pengawasan orang tua menjadi poin krusial dalam tragedi ini. Hujan deras yang disertai angin kencang seringkali memancing rasa penasaran anak-anak untuk bermain air di luar rumah. Tanpa pendampingan orang dewasa, risiko kecelakaan seperti terpeleset ke selokan atau tersengat aliran listrik dari kabel yang terputus sangatlah tinggi. Sosialisasi mengenai keselamatan saat cuaca buruk perlu terus digencarkan hingga ke tingkat RT dan RW agar kesadaran kolektif masyarakat meningkat.
Baca Juga: 3 Keunggulan Sekolah Rakyat Terintegrasi 45 Semarang Jadi Studi Tiru Pendidikan di Gresik
Jenazah korban kini telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Suasana rumah duka di Driyorejo tampak dipenuhi oleh pelayat yang memberikan simpati atas musibah yang menimpa keluarga tersebut. Kejadian ini diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi kita semua bahwa keselamatan anak adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar, terutama saat berhadapan dengan kekuatan alam yang tidak terduga.
Pihak BPBD Kabupaten Gresik juga mengeluarkan peringatan dini agar warga tetap waspada selama beberapa hari ke depan. Berdasarkan data BMKG, potensi hujan lebat masih akan terjadi di wilayah Jawa Timur, termasuk Gresik. Warga diminta untuk membersihkan saluran air dari sampah agar tidak tersumbat dan menimbulkan luapan yang lebih parah, serta memastikan anggota keluarga tetap berada di dalam ruangan saat hujan mulai turun dengan intensitas tinggi.
FAQ
Peristiwa terjadi di salah satu kawasan pemukiman di Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik.
Saat itu wilayah Driyorejo sedang diguyur hujan deras yang mengakibatkan arus selokan meluap.
Pencarian dilakukan oleh warga bersama tim gabungan selama kurang lebih satu jam sebelum korban ditemukan.
Petugas meminta orang tua meningkatkan pengawasan anak dan pemerintah desa memperbaiki keamanan saluran drainase.












