Example floating
Example floating
Jatim

Tragis Balita Empat Tahun Tewas Tenggelam di Empang Gresik Saat Asyik Bermain Sendirian

A. Daroini
×

Tragis Balita Empat Tahun Tewas Tenggelam di Empang Gresik Saat Asyik Bermain Sendirian

Sebarkan artikel ini
Tragis Balita Empat Tahun Tewas Tenggelam di Empang Gresik Saat Asyik Bermain Sendirian
  • Seorang balita berinisial BEA ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di sebuah empang saat merayakan momen Idul Fitri di Kedamean.
  • Pihak kepolisian mengonfirmasi tidak ada tanda kekerasan dan mengimbau orang tua meningkatkan kewaspadaan terhadap keselamatan buah hati.
  • Waspada Pengawasan Anak di Sekitar Area Perairan Berbahaya

    Suasana khidmat perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Kabupaten Gresik seketika berubah menjadi duka yang mendalam.

    Seorang balita laki-laki berinisial BEA yang baru menginjak usia 4 tahun dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam di sebuah kolam empang milik warga di Kecamatan Kedamean, Minggu (23/3/2026).

    Baca Juga: Dua Bocah Driyorejo Gresik Mengalami Luka Bakar Parah Akibat Injak Serbuk Mercon

    Peristiwa memilukan ini terjadi saat korban diduga lepas dari pengawasan orang tua ketika sedang asyik bermain seorang diri di sekitar lokasi kejadian.

    Insiden maut tersebut berlangsung tepatnya pada pukul 11.00 WIB di kawasan Dusun Panggang, Desa Tulung, Kecamatan Kedamean, Gresik.

    Baca Juga: KAI Daop 7 Madiun Berikan Program “Silaturahmi” Diskon Hingga 20 Persen untuk Kelas Eksekutif

    Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban sebenarnya merupakan warga Dusun Talun, Desa Bringkang, Kecamatan Menganti, yang tengah berada di lokasi kejadian untuk merayakan momen lebaran.

    Kehilangan nyawa bocah mungil ini menambah daftar panjang kecelakaan air yang melibatkan anak-anak di lingkungan rumah tinggal.

    Baca Juga: H2+1 Lebaran 1447 H Daop 7 Madiun Catat Berangkatkan Lebih  17 Ribu Penumpang Dihimbau Bawa Bagasi Sesuai Aturan

    Kapolsek Kedamean, Iptu Ekwan Hudin, dalam keterangannya menjelaskan kronologi awal sebelum musibah itu terungkap. Menurutnya, korban BEA diduga kuat keluar dari rumah untuk bermain tanpa pendampingan orang dewasa.

    Mirisnya, saat itu korban diketahui sedang membawa perangkat telepon genggam (handphone) sembari berjalan menuju area empang yang cukup terbuka.

    “Orang tua mulai mencari saat anaknya tidak terlihat. Kecurigaan muncul setelah handphone korban ditemukan di sekitar lokasi,” ujar Iptu Ekwan Hudin saat memberikan keterangan resmi pada Selasa (24/3/2026).

    Penemuan ponsel milik korban di pinggir empang menjadi petunjuk awal bagi pihak keluarga. Merasa ada yang tidak beres, ayah korban segera melakukan penyisiran secara mandiri di sekitar genangan air tersebut.

    Kekhawatiran itu berubah menjadi kenyataan pahit ketika sang ayah melihat tubuh kecil anaknya sudah dalam kondisi mengapung tak berdaya di permukaan air empang.

    Upaya penyelamatan darurat segera dilakukan oleh pihak keluarga dengan melarikan korban ke RS Sehati Gresik demi mendapatkan pertolongan medis secepat mungkin. Namun sayang, meski tim medis telah berupaya maksimal, nyawa balita tersebut dinyatakan tidak tertolong.

    “Korban sempat dilarikan ke RS Sehati Gresik, namun nyawanya tidak tertolong. Hasil pemeriksaan awal tidak menemukan tanda kekerasan,” tutur Iptu Ekwan Hudin menambahkan.

    Pasca kejadian yang menyesakkan dada tersebut, pihak keluarga menyatakan telah menerima peristiwa ini sebagai sebuah musibah takdir dan memilih untuk tidak melanjutkan ke proses autopsi. Jenazah korban pun langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman di kampung halamannya.

    Menanggapi tragedi ini, pihak kepolisian melalui Polsek Kedamean mengeluarkan imbauan keras kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya para orang tua.

    Polisi menekankan pentingnya meningkatkan standar pengawasan terhadap anak-anak yang masih balita, terutama jika tempat tinggal atau lokasi bermain berdekatan dengan area yang berpotensi bahaya seperti empang, sungai, maupun kolam terbuka lainnya. Kelengahan sesaat bisa berdampak fatal pada keselamatan jiwa anak.