Example floating
Example floating
Jatim

Tragedi Haji Ilegal, Kisah Pilu Warga Pamekasan Berujung Kematian di Gurun Pasir

A. Daroini
×

Tragedi Haji Ilegal, Kisah Pilu Warga Pamekasan Berujung Kematian di Gurun Pasir

Sebarkan artikel ini
Tragedi Haji Ilegal, Kisah Pilu Warga Pamekasan Berujung Kematian di Gurun Pasir

Pamekasan, Memo – Sebuah kisah tragis menyelimuti perjalanan Syukron Mahbub, warga Pamekasan, Jawa Timur. Ia ditemukan meninggal dunia di gurun Arab Saudi pada 27 Mei 2025, saat berupaya masuk ke Mekkah secara ilegal untuk menunaikan ibadah haji.

Ironisnya, kepada keluarganya, Syukron pamit akan berangkat haji plus, menyiratkan keberangkatan yang sah dan terencana.

Baca Juga: Kualitas Menu Makan Bergizi Gratis di Madiun Disorot Akibat Temuan Jambu Busuk

Junaidi, salah satu sahabat Syukron Mahbub, mengungkapkan bahwa almarhum telah melunasi biaya keberangkatan ke Arab Saudi sebesar Rp 105 juta sejak dua tahun lalu.

Uang tersebut, kata Junaidi pada Senin, 9 Juni 2025, diperoleh sebagian dari pinjaman dan sebagian lagi dari menggadaikan emas. Berbekal uang dan niat suci, Syukron kemudian berangkat ke Tanah Suci dengan visa ziarah multiple, bukan visa haji resmi.

Baca Juga: Dugaan Telur Busuk Program Makan Bergizi Gratis di Madiun Coreng Citra Satuan Pelayanan

“Almarhum sudah membayarnya sejak dua tahun lalu. Alasannya untuk biaya haji plus,” terang Junaidi, menjelaskan mengapa keluarga tidak menaruh curiga. Pelunasan yang dilakukan jauh hari membuat keluarga yakin bahwa keberangkatan Syukron adalah perjalanan haji yang semestinya.

Meski demikian, pihak keluarga dan Junaidi sendiri tidak mengetahui secara pasti nama agen perjalanan (travel) yang memberangkatkan Syukron.

Baca Juga: Vonis Korupsi Kredit BRI Pasar Pon Ponorogo Dua Terdakwa Resmi Dijatuhi Hukuman

“Kami belum tahu pasti nama travelnya. Sepertinya ada dua orang yang bertanggung jawab, yakni orang Palengaan dan orang Karang Penang, Sampang,” ucapnya. Junaidi menduga, nominal Rp 105 juta yang masuk ke pihak travel itu bahkan bisa jadi bertambah, namun keluarga belum mengetahuinya.

Meskipun ada beberapa anggota keluarga yang sempat mengantar Syukron bergabung dengan rombongan, mereka tidak mengetahui ke mana Syukron diantar. “Saya tidak tahu diantar ke mana karena tidak ikut waktu itu. Tapi saudaranya sempat tertunda janjian sama saya karena sedang mengantar almarhum berangkat haji,” imbuhnya.

Kisah nahas ini bermula ketika Syukron bersama rombongan sebanyak 13 orang berangkat menggunakan visa ziarah multiple. Rombongan ini terpisah setelah terkena razia oleh otoritas Arab Saudi dan gagal memasuki Mekkah.

Dari total 13 orang, empat di antaranya ditangkap oleh aparat keamanan Arab Saudi. Sementara sembilan orang lainnya diusir kembali ke Jeddah setelah usaha mereka masuk Mekkah gagal.

Sembilan orang yang diusir ke Jeddah itu kemudian berpisah lagi. Tiga di antaranya, termasuk Syukron Mahbub dan dua temannya, kembali nekat berusaha memasuki Mekkah.

Sayangnya, di tengah perjalanan, taksi yang mereka tumpangi menurunkan ketiganya di tengah gurun Taniem, tepatnya di wilayah perbatasan Mekkah dan Madinah. Sopir taksi diduga khawatir tertangkap polisi.

Akibatnya, Syukron dan kedua temannya terpaksa berjalan kaki di gurun dan akhirnya mengalami dehidrasi parah. Tragisnya, pesawat drone Arab Saudi menemukan ketiganya di gurun tersebut pada 27 Mei 2025. Satu orang meninggal dunia (Syukron Mahbub), sementara dua temannya, berinisial S dan J, mengalami dehidrasi berat dan dilarikan ke rumah sakit di Mekkah. ( af )