Example floating
Example floating
Home

Tradisi Unik ‘Cucurak’ di Bogor, Makan Bersama untuk Sambut Ramadan dengan Penuh Sukacita

Avatar
×

Tradisi Unik ‘Cucurak’ di Bogor, Makan Bersama untuk Sambut Ramadan dengan Penuh Sukacita

Sebarkan artikel ini

MEMO – Setiap daerah di Indonesia memiliki cara khas dalam menyambut bulan Ramadan, dan salah satunya adalah tradisi ‘cucurak’ yang populer di kalangan masyarakat Bogor, Jawa Barat. Tradisi ini mengajak warga untuk berkumpul dan makan bersama, sebuah momen penuh kebersamaan yang dilakukan menjelang datangnya Ramadan.

Tak hanya masyarakat umum, bahkan sekolah-sekolah di Bogor turut melestarikan tradisi ini. Salah satunya adalah SMP Pelita Atsiri Permai yang menggelar acara cucurak bagi para siswa-siswi mereka.

Baca Juga: PSHWTM Ranting Rungkut Surabaya Bagikan 1.903 Takjil, Usung Tema "Silat Menyehatkan Raga, Berbagi Menguatkan Jiwa"

Dini, selaku Koordinator acara cucurak, menjelaskan bahwa dalam tradisi ini, setiap siswa diminta untuk membawa bekal dari rumah, yang kemudian akan dinikmati bersama di dalam kelas. Dini juga mengungkapkan bahwa para siswa sangat antusias mengikuti acara ini.

“Cucurak itu artinya berkumpul dan makan bersama. Namun, lebih dari itu, momen ini menjadi kesempatan untuk menjalin silaturahmi, mengajarkan anak-anak untuk bersyukur, dan berbagi rezeki dengan menikmati hidangan bersama teman-teman,” ujar Dini, yang juga merupakan orang tua murid kelas 7D, dalam wawancaranya dengan RRI, Rabu (26/2/2025).

Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap

Tujuan utama dari cucurak adalah untuk menyambut Ramadan dengan rasa syukur serta sebagai bentuk refleksi diri. Acara ini juga berfungsi untuk mempererat tali silaturahmi dan saling memaafkan antara satu sama lain, menjadikan tradisi ini semakin relevan dengan makna bulan suci tersebut.

Tradisi cucurak yang terus dijaga oleh masyarakat dan sekolah-sekolah di Bogor ini menunjukkan betapa kuat dan relevannya kebudayaan lokal, meskipun banyak pengaruh budaya dari negara lain yang masuk. Cucurak, yang juga dikenal dengan nama botram atau munggahan, memang telah menjadi bagian dari warisan budaya yang terus dilestarikan secara turun-temurun.

Baca Juga: DPR Desak BPOM Razia Kurma Berpengawet Selama Bulan Ramadhan

Dalam bahasa Sunda dialek Bogor, “cucurak” berarti bersenang-senang. Tradisi ini biasanya dilakukan dengan berkumpul bersama keluarga besar atau teman-teman dekat, menikmati hidangan bersama sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur.