Setiap harinya, TPS ini menampung sampah dalam jumlah besar, rata-rata antara satu hingga dua truk. Sampah-sampah tersebut kemudian diangkut menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Klotok oleh armada pengangkut dari dinas kebersihan.
Meskipun keberadaan TPS ini sangat membantu warga, tak sedikit pula yang mengeluhkan bau yang muncul terutama saat musim hujan. Air hujan yang bercampur dengan sampah basah menimbulkan aroma tak sedap yang menyebar ke pemukiman.
Baca Juga: Syawalan 1447 H di Ponpes Wali Barokah, Dandim 0809/Kediri Pesankan Ini
TPS ini tidak memungut biaya sepeser pun kepada warga. Siapa saja diperbolehkan membuang sampah di sana, asalkan sesuai waktu dan aturan. Sayangnya, tidak semua warga mematuhi aturan tersebut. Masih ada yang membuang sampah sembarangan — di pinggir jalan, di dekat sungai, bahkan di depan plang larangan membuang sampah.












