Example floating
Example floating
HomeBLITAR

Torehan Cumlaude S2 UNEJ dan Sikap Bersahaja Tony Andreas Menginspirasi di Hari Santri Nasional 2025

Prawoto Sadewo
×

Torehan Cumlaude S2 UNEJ dan Sikap Bersahaja Tony Andreas Menginspirasi di Hari Santri Nasional 2025

Sebarkan artikel ini

Blitar, Memo.co.id
Hari Santri Nasional yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober menjadi momentum bersejarah yang dirayakan seluruh elemen bangsa. Tahun ini, ucapan selamat yang paling menyentuh datang dari Blitar, di mana mantan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Blitar, Tony Andreas, seorang Kristiani yang dikenal bersahaja dan sangat dekat dengan kalangan ulama, menyampaikan salam hangatnya.

Dalam pernyataannya, Tony Andreas menegaskan pentingnya peran santri dan pesantren sebagai pilar kebangsaan, serta menyoroti nilai-nilai toleransi dan persatuan antar umat beragama yang harus terus diperkuat.

Baca Juga: YDSF Salurkan THR Rp.3 Milyar untuk Sekitar 6.000 Guru Al-Quran di Akhir Ramadhan

Tony Andreas, yang dikenal sebagai figur yang rendah hati dan berjiwa sosial tinggi, telah lama menjadi simbol kerukunan beragama di Blitar. Kedekatannya dengan tokoh-tokoh agama Islam, termasuk ulama kondang Gus Iqdam dari Pondok Pesantren Mamba’ul Hikam II, Blitar, bukanlah rahasia lagi. Meskipun berbeda keyakinan, Tony dan Gus Iqdam kerap terlihat dalam berbagai kegiatan, menunjukkan indahnya sinergi dalam keberagaman.

“Selamat Hari Santri Nasional 2025. Peran santri dalam sejarah kemerdekaan hingga pembangunan bangsa sangat luar biasa. Lebih dari itu, semangat persatuan dan nilai toleransi yang diajarkan di pesantren adalah pondasi penting bagi keutuhan Indonesia,” ujar Tony.

Baca Juga: PUPR Kabupaten Blitar Siapkan Jalan Aman untuk Pemudik, 14 Titik Kerusakan Jadi Prioritas

Ia menambahkan, persahabatan dengan ulama seperti Gus Iqdam telah memberinya pemahaman mendalam tentang ajaran Islam yang Rahmatan Lil ‘Alamin (rahmat bagi semesta alam). “Bagi saya, perbedaan keyakinan tidak pernah menjadi sekat. Justru, kedekatan ini mengajarkan saya tentang kebersahajaan, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong yang luar biasa dari para santri dan ulama,” tuturnya dengan nada tulus.

Gus Iqdam sendiri dalam berbagai kesempatan sering memuji karakter Tony Andreas, bahkan pernah mengisahkan bagaimana Tony dengan kerendahan hatinya mendaftarkan dan membiayai umroh salah satu santrinya. Kisah-kisah kedermawanan dan sikap tanpa sekat inilah yang membuat Tony dicintai banyak kalangan, melintasi batas-batas agama.

Baca Juga: Gerindra Blitar Rangkul Media di Ramadan, Perkuat Sinergi dan Komunikasi Publik

Selain dedikasinya dalam menjaga kerukunan, Tony Andreas baru-baru ini juga menorehkan prestasi membanggakan di dunia akademis. Ia berhasil menyelesaikan pendidikan Strata 2 (S2) Magister Hukum di Universitas Negeri Jember (UNEJ). Tak tanggung-tanggung, Tony lulus dengan predikat Cumlaude (dengan pujian), sebuah bukti nyata bahwa kesibukannya sebagai seorang aktivis sosial dan mantan Ketua KONI tidak menghalangi semangatnya dalam menuntut ilmu.

“Meraih gelar Magister Hukum ini adalah bagian dari ikhtiar untuk terus berkontribusi. Ilmu adalah bekal utama. Saya berharap, capaian ini bisa menginspirasi banyak orang, termasuk para santri, bahwa belajar tidak mengenal usia dan batas,” papar Tony.

Keberhasilan Tony Andreas, baik di bidang akademik, sosial, maupun dalam membangun jembatan toleransi, menunjukkan bahwa sosok bersahaja dengan ketulusan hati akan selalu menjadi teladan. Ucapan Hari Santri Nasional dari seorang Kristiani yang memiliki kedekatan batin dengan dunia pesantren ini, sekali lagi, menegaskan bahwa Indonesia adalah rumah bersama yang dibangun atas dasar keragaman dan persatuan sejati.(*)