NASA mencatat bahwa tidak ada pertumbuhan mikroba atau jamur yang terlihat di tomat-tomat tersebut, meskipun terdapat beberapa perubahan warna.
Eksperimen NASA: Penemuan Kembali Tomat dalam Ruang Angkasa
Tomat mini merah itu ditanam sebagai bagian dari program bernama eXposed Root On-Orbit Test System (XROOTS). Program ini menggunakan teknik hidroponik dan aeroponik sebagai pengganti tanah untuk mengetahui pengaruh lingkungan luar angkasa terhadap pertumbuhan tanaman.
Baca Juga: Konsisten Dukung TNI/ Polri KAI Daop 7 Madiun Berikan Diskon Tarif Mudik
NASA telah melakukan berbagai eksperimen selama bertahun-tahun untuk menanam makanan di ISS dan memahami dampak lingkungan luar angkasa terhadap pertumbuhan tanaman.
Rubio, yang tinggal di ISS selama 371 hari, melakukan panen tomat pada bulan Maret untuk dikirim kembali ke Bumi dan digunakan dalam penelitian VEG-05.
Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu
Namun, tomat yang seharusnya ditampilkan dalam acara bagi anak-anak sekolah yang telah direncanakan oleh tim penelitian itu malah menghilang.
Rubio menyatakan bahwa meskipun yakin telah meletakkan tomat dengan benar menggunakan Velcro, ia kembali dan tomat itu tiba-tiba hilang tanpa jejak.
Baca Juga: TMMD ke-127 Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Pemkab Kediri Juga Bekali Warga Olahan Ikan Lele
Dilansir dari Engadget, Rubio mengungkapkan bahwa ia telah menghabiskan waktu “delapan hingga 20 jam” mencari tomat tersebut tanpa hasil. Kini, setelah tomat-tomat itu muncul kembali, Rubio sangat penasaran dengan keberadaan mereka selama ini.
Pencarian Tomat Hilang di Luar Angkasa: Kisah Unik dan Pelajaran bagi Penanaman Tanaman di ISS
Tomat pertama yang tumbuh di ISS telah menjadi subjek perjalanan uniknya sendiri. Setelah menghilang tanpa jejak, kini tomat tersebut muncul kembali setelah setahun lamanya. Meskipun kondisinya agak kering jika dilihat di Bumi, tomat-tomat ini masih dalam keadaan cukup baik untuk tanaman yang tumbuh di luar angkasa.
NASA, melalui program eksperimentalnya, seperti eXposed Root On-Orbit Test System (XROOTS), terus mempelajari pengaruh lingkungan luar angkasa terhadap pertumbuhan tanaman. Keberhasilan menemukan kembali tomat ini memberikan pemahaman baru akan tantangan dan potensi dalam menanam makanan di luar angkasa.












