Sebuah tirai terangkat di tengah persidangan, mengungkapkan detail percakapan tingkat tinggi yang sebelumnya tersembunyi. Mantan Menteri Perdagangan, Tom Lembong, baru-baru ini membeberkan momen krusial saat ia menerima perintah langsung dari Presiden Joko Widodo terkait penanganan gejolak harga pangan pada tahun 2015.
Kesaksian ini bukan hanya sekadar kronologi, melainkan jendela menuju dapur keputusan Istana, yang bermula dari keresahan langsung masyarakat di pasar.
Di hadapan majelis hakim, Tom Lembong secara gamblang menguraikan bagaimana arahan untuk menstabilkan harga komoditas strategis, termasuk gula, beras, dan daging, datang dari pucuk pimpinan negara.
Perintah tersebut, menurut Tom Lembong, tak hanya disampaikan dalam forum resmi seperti sidang kabinet, tetapi juga dalam pertemuan empat mata yang lebih personal dengan Presiden Jokowi, salah satunya di Istana Bogor. Arahan juga turut mengalir melalui Menko Perekonomian, atasan langsungnya kala itu.
Baca Juga: Sembunyian Aib, Camat Banyakan Hari Utomo Serahkan Uang Suap ke Kejaksaan
Inti dari semua instruksi tersebut sangat jelas: pemerintah harus segera mengambil segala tindakan yang diizinkan oleh peraturan perundang-undangan untuk meredam gejolak harga pangan yang telah menimbulkan keresahan luas di tengah masyarakat.
Pernyataan ini diperkuat dengan cerita pribadi Presiden Jokowi yang disampaikan kepada Tom Lembong. Presiden menuturkan pengalamannya saat sering melakukan blusukan ke pasar. Di sanalah, secara langsung, beliau mendengar keluhan pilu dari para ibu rumah tangga, seperti teriakan “Bapak, beras mahal!” yang menjadi representasi nyata dari beban ekonomi yang dirasakan rakyat.
Baca Juga: Menteri Imigrasi Diminta Pimpin Investigasi Dugaan Kekerasan Oknum Petugas Lapas Kediri
Keresahan yang didengar langsung di pasar itulah yang mendorong Presiden Jokowi untuk secara aktif memonitor dan bahkan sering menelepon langsung para menteri. Tujuan panggilan-panggilan itu adalah untuk memastikan status dan kemajuan upaya-upaya pemerintah dalam meredam lonjakan harga pangan, baik melalui kebijakan impor pangan maupun intervensi lainnya.
Kesaksian Tom Lembong ini tidak hanya memberikan gambaran tentang bagaimana kebijakan strategis dapat berakar dari masalah riil masyarakat, tetapi juga menyoroti gaya kepemimpinan Presiden Jokowi yang responsif terhadap keluhan langsung dari lapangan. Ini menjadi penggalan penting yang menjelaskan latar belakang sejumlah kebijakan pangan krusial pada periode tersebut.












