MEMO – Kabar membanggakan datang dari jajaran TNI Angkatan Laut, khususnya Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Pangkalan TNI AL Tanjung Balai Asahan (TBA). Mereka berhasil menggagalkan upaya penyelundupan Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara ilegal. Sebanyak 71 calon pekerja migran tanpa dokumen resmi berhasil diselamatkan ketika melintasi perairan Batubara, tepatnya di Selat Malaka, Sumatera Utara.
Komandan Lanal TBA, Letkol Laut (P) Wido Dwi Nugraha menjelaskan detail kejadian heroik ini. Menurutnya, penangkapan bermula saat Tim F1QR Lanal TBA sedang melaksanakan patroli rutin. Kecurigaan mereka terpicu oleh sebuah kapal tanpa lampu penerangan yang melintas dengan gerak-gerik mencurigakan. Tanpa ragu, aksi pengejaran pun dilakukan hingga akhirnya kapal tersebut berhasil dihentikan.
“Setelah diperiksa lebih lanjut, diketahui bahwa kapal tersebut adalah KM Tanpa Nama dengan bobot 07 GT. Kapal itu mengangkut tidak kurang dari 71 PMI yang hendak bekerja di luar negeri tanpa mengikuti prosedur yang benar. Ironisnya, di antara puluhan orang tersebut, terdapat seorang anak perempuan yang masih berusia 6 tahun dan seorang warga negara asing dari kelompok etnis Rohingya,” ungkap Wido melalui keterangannya pada hari Minggu (16 Maret 2025).
Diduga kuat, para PMI ilegal ini sedang dalam perjalanan kembali dari Malaysia menuju Indonesia melalui jalur yang tidak resmi. Guna proses lebih lanjut, kapal beserta seluruh penumpangnya dikawal menuju Posal Tanjung Tiram untuk dilakukan pendataan awal. Setelah itu, mereka dibawa ke Mako Lanal TBA untuk pemeriksaan lebih mendalam.
“Di antara para calon pekerja migran yang berhasil diselamatkan, kami menemukan seorang anak kecil dan seorang individu yang berasal dari kelompok etnis Rohingya. Saat ini, semuanya masih menjalani proses pemeriksaan intensif di Mako Lanal TBA,” pungkasnya.












