“Pekerja adalah tulang punggung operasional pabrik. Dengan pelatihan ini, kami ingin kualitas dan semangat kerja mereka terus meningkat,” jelasnya.
Untuk pelatihan pengelolaan SDM, keuangan, dan gudang, Disperindag menyoroti pentingnya integrasi antar unit kerja di dalam pabrik. Temy menegaskan, efisiensi dan optimalisasi hanya bisa tercapai jika koordinasi internal berjalan baik.
Baca Juga: PSHT Kabupaten Blitar Murka! Pemkab Dituding Fasilitasi Kegiatan Ilegal Berkedok Halal Bihalal
“Aspek manajerial ini sering jadi titik lemah. Maka, kami ingin memperkuatnya lewat pelatihan ini agar pelaku industri mampu mengelola bisnis secara lebih profesional,” tambahnya.
Seluruh pelatihan dilaksanakan bersama lembaga pelatihan yang kompeten sejak bulan Juni 2025. Hal ini dilakukan untuk memastikan materi pelatihan sesuai dengan kebutuhan industri dan berdampak nyata.
Baca Juga: Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar: Efisiensi atau Sekadar Panggung Pencitraan?
“Saya berharap dengan dukungan DBHCHT, kegiatan pelatihan ini benar-benar mampu meningkatkan kualitas tenaga kerja serta memperkuat daya saing industri hasil tembakau di Kabupaten Blitar,” imbuhnya.**












