Example floating
Example floating
Home

Tiga Kapal Perang China di Perairan Indonesia, DPR RI ; Harus Waspada !

A. Daroini
×

Tiga Kapal Perang China di Perairan Indonesia, DPR RI ; Harus Waspada !

Sebarkan artikel ini
ilustrasi kapal perang China masuk perairan Indonesia
ilustrasi kapal perang China masuk perairan Indonesia

Jakarta, Memo|

Tiga kapal perang China di perairan Indonesia, perlu diwaspadai. Meskipun kapal perang milik Chinta itu membawa misi kemanusiaan, namun DPR RI, berrahap agar Pemerintah Indonesia tetap waspada.

Baca Juga: Pakar Hukum Sebut Rekrutmen Perangkat Desa Kabupaten Kediri Tahun 2023 Cacat Hukum

Kewaspadaan pemerintah sudah menjadi keharusan. Pasalnya, dibalik misi kemanusiaan, potret dan data kelautan di Indonesia bisa diambil menggunakan teknologi canggih dan modern. Dan, itu dimiliki China.

DPR RI Ingatkan Intelijen, Kemenhan dan TNI, Motif Dibalik Misi Kemanusiaan Kapal Perang China

Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta mengingatkan Kemenhan, TNI, BAIS dan stakeholder terkait pertahanan untuk mewaspadai tujuan di balik kapal-kapal perang China yang geruduk Indonesia beberapa waktu terakhir.

Baca Juga: PSHWTM Ranting Rungkut Surabaya Bagikan 1.903 Takjil, Usung Tema "Silat Menyehatkan Raga, Berbagi Menguatkan Jiwa"

Legislator asal dapil Daerah Istimewa Yogyakarta ini memamparkan beberapa kejadian yang relevan terkait keamanan dan data laut Indonesia sehingga kewaspadaan harus ditingkatkan dalam situasi apapun.

Indonesia Sering Menemukan Sea Glider Milik China di Bawah Laut

penemuan sea gleder milik tentara China

Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap

“Beberapa kali kita menemukan sea glider yang diduga milik China tanpa izin diduga sedang mengumpulkan data laut Indonesia. Ini hanya beberapa yang ketahuan yang tidak ketahuan bisa jadi lebih banyak,” kata Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI ini.

Dia menambahkan pernyataannya bahwa setiap pergerakan militer asing harus diwaspadai termasuk ketika operasi kemanusiaan termasuk bantuan Angkatan Laut China kepada Indonesia dalam penanganan KRI Nanggala-402. Kata Sukamta, dua kapal yaitu Xing Dao-863 dan Ocean Tug Nantuo-185 merupakan kapal penyelamat dan pengangkat kapal, sehingga tepat ketika membantu pengangkatan Nanggala 402.

Kapal Perang Tan Suo 2, Dikenal Kapal Penelitian Milik China

“Namun, kapal Scientific Salvage Tan Suo 2 merupakan kapal penelitian ilmiah yang beroperasi di bawah Institut Sains dan Teknik Laut Dalam dari Akademi Ilmu Pengetahuan Cina patut diwaspadai. Kapal ini bisa menjalankan tugas ganda yaitu membantu pengangkatan Nanggala 402 sekaligus mengumpulkan data tentang laut Indonesia,” Ujarnya

Dia pun memberikan catatan terkait dengan adanya latihan kapal perang bersama antara TNI Angkatan Laut Indonesia dengan angkatan Laut China. Dia mengatakan, latihan bersama merupakan hal penting untuk saling memahami dan komunikasi antar negara.

Pengumpulan Data Kekuatan Alutsista Angkatan Laut

“Namun kami memberi catatan apakah latihan kapal perang ini akan memberikan pemahaman ketika kelak masing-masing pihak bertugas menjaga perbatasan wilayah laut negara? Atau latihan ini membuka peluang pengumpulan data-data tentang laut dan kekuatan alutsista Angkatan Laut Indonesia?” tuturnya.

 

kapal perang China sudah masuk ke perairan Indonesia
kapal perang China sudah masuk ke perairan Indonesia

Selain itu, beberapa pekan terakhir kapal-kapal perang China berdatangan ke Indonesia di tengah memanasnya hubungan China dengan Amerika Serikat dan sekutunya yaitu Australia tentu memiliki maksud politik. Muncul dugaan bahwa kapal Australia sengaja meninggalkan KRI Nanggala 402 lebih awal karena tidak ingin berkonfrontasi langsung atau diketahui data-data kapal perang yang Australia gunakan.

Aktivitas Kapal Perang China Menggambarkan Posisi Indonesia

“Aktivitas kapal perang China di wilayah Indonesia tentu memberikan kesan dunia internasional tentang posisi Indonesia. Indonesia harus bersikap bebas aktif, jangan sampai terseret dalam konflik AS dengan China,” kata Sukamta.

Dia pun mengajak pemerintah RI TNI untuk memastikan keamanan data laut Indonesia dan tidak turut terperangkap dalam konflik di Laut China Selatan. Sekadar diketahui, kapal yang digunakan oleh Angkatan Laut China dalam latihan bersama dengan TNI AL adalah kapal perang Liuzhou 573 (FFGHM) dan Suqian 504 (FSGHM) merupakan jenis kapal untuk patroli laut dan seringkali ditemukan melanggar batas di Laut Natuna.

Selain itu, beberapa waktu yang lalu berlangsung latihan gabungan antara AS, Jepang, India dan Australia di Samudera Hindia. Pemerintah harus tetap waspada, karena Indonesia memiliki banyak keterbatasan di bidang kemaritiman dan teknologi data bawah laut. ( ed )