Example floating
Example floating
NGANJUK

Tidak Respon Laporan ODGJ Ekstrem, TKSK Tanjunganom Dapat Kecaman Keras Dari Komunitas Relawan

Mulyadi Memo
×

Tidak Respon Laporan ODGJ Ekstrem, TKSK Tanjunganom Dapat Kecaman Keras Dari Komunitas Relawan

Sebarkan artikel ini

NGANJUK, MEMO –Berawal dari persoalan lambatnya respon laporan ODGJ ekstrim di wilayah Kecamatan Tanjunganom, seorang relawan sosial bernama Tanti Niswatin memberanikan diri angkat bicara.

Tanti panggilan akrabnya mengkritik pedas kinerja Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan ( TKSK) di wilayah tersebut.

Baca Juga: Kakanwil Kemenag Jatim Apresiasi Anugrah Nganjuk Madrasah Awards 2025

” Laporan real kondisi prilaku ODGJ ekstrim sudah saya kirim sejak tanggal 23 Desember lalu. Tapi sampai saat ini tidak ada tindakan apapun dari petugas TKSK. Minimal home visit atau melakukan pendampingan kepada ODGJ sama sekali tidak ada ,” gerutu Tanti.

Baca Juga: Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Sonoageng Diprotes Warga, Ada Apa

Yang patut disayangkan masih kata Tanti, sesuai tupoksi TKSK yang ditugaskan oleh Kementrian dan dinas sosial setempat sudah jelas. Yaitu membantu penyelenggaraan program kesejahteraan sosial di tingkat kecamatan.Tugas cakupanya meliputi rehabilitasi, jaminan pemberdayaan dan perlindungan sosial bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial ( PMKS).

Baca Juga: Tuntas 100%, 600 Guru PAI Di Nganjuk Lulus PPG, Awal Tahun Akan Terima Uang Segar TPG, Begini Himbauan Kasi PAIS....

” Kalau tugas dan wewenangnya tidak dijalankan sama halnya makan gaji buta.
Tolong pihak dinas sosial untuk lebih intens mengevaluasi dan mengawasi kinerja anak buahnya di lapangan. Jangan sampai nama institusi pemerintah tercoreng gara gara kinerja anak buah di masyarakat buruk karena tidak bisa menjalankan tugas dan pelayanannya secara optimal,” harapnya.

Disampaikan juga oleh Tanti , ODGJ ekstrem yang ditanganinya secara mandiri tanpa campur tangan TKSK tersebut bernama Alexa Hendra Pratama,16, warga Dusun Jaruman RT/RW 02 Desa Ngadirejo Kecamatan Tanjunganom.

” Sudah sejak sepekan terakhir ini Alexa saya tangani secara mandiri tanpa campur tangan TKSK kecamatan. Termasuk pengiriman dan pendampingan Alexa ke RSUD Nganjuk dua hari yang lalu hanya ditemani perangkat desa setempat,” gumamnya.

Menurut Tanti, untuk penanganan ODGJ Alexa memang harus ekstra cepat. Karena sangat membahayakan keselamatan orang tuanya. Sementara kondisi orang tua Alexa dalam kondisi lumpuh. Tidak bisa melawan saat diamuk Alexa.