Example floating
Example floating
NGANJUK

Tidak Respon Laporan ODGJ Ekstrem, TKSK Tanjunganom Dapat Kecaman Keras Dari Komunitas Relawan

Mulyadi Memo
×

Tidak Respon Laporan ODGJ Ekstrem, TKSK Tanjunganom Dapat Kecaman Keras Dari Komunitas Relawan

Sebarkan artikel ini

NGANJUK, MEMO –Berawal dari persoalan lambatnya respon laporan ODGJ ekstrim di wilayah Kecamatan Tanjunganom, seorang relawan sosial bernama Tanti Niswatin memberanikan diri angkat bicara.

Tanti panggilan akrabnya mengkritik pedas kinerja Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan ( TKSK) di wilayah tersebut.

Baca Juga: Diduga Terpeleset Ke Sungai, Dua Jam Terseret Arus, Lansia Asal Lingkungan Pengkol Warujayeng Ditemukan Tidak Bernyawa

” Laporan real kondisi prilaku ODGJ ekstrim sudah saya kirim sejak tanggal 23 Desember lalu. Tapi sampai saat ini tidak ada tindakan apapun dari petugas TKSK. Minimal home visit atau melakukan pendampingan kepada ODGJ sama sekali tidak ada ,” gerutu Tanti.

Baca Juga: Memasuki Tahun Ke 7 Baksos Di Bulan Suci Ramadhan 1447 H, Kades Sukorejo Serahkan Bantuan Sepeda Untuk 8 Anak Yatim Piatu

Yang patut disayangkan masih kata Tanti, sesuai tupoksi TKSK yang ditugaskan oleh Kementrian dan dinas sosial setempat sudah jelas. Yaitu membantu penyelenggaraan program kesejahteraan sosial di tingkat kecamatan.Tugas cakupanya meliputi rehabilitasi, jaminan pemberdayaan dan perlindungan sosial bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial ( PMKS).

Baca Juga: Sambut Datangnya Nuzulul Qur'an, LSM GAKK Gandeng Relawan PDIP Bagi Bagi Puluhan Paket Sembako Untuk Kaum Dhuafa

” Kalau tugas dan wewenangnya tidak dijalankan sama halnya makan gaji buta.
Tolong pihak dinas sosial untuk lebih intens mengevaluasi dan mengawasi kinerja anak buahnya di lapangan. Jangan sampai nama institusi pemerintah tercoreng gara gara kinerja anak buah di masyarakat buruk karena tidak bisa menjalankan tugas dan pelayanannya secara optimal,” harapnya.

Disampaikan juga oleh Tanti , ODGJ ekstrem yang ditanganinya secara mandiri tanpa campur tangan TKSK tersebut bernama Alexa Hendra Pratama,16, warga Dusun Jaruman RT/RW 02 Desa Ngadirejo Kecamatan Tanjunganom.

” Sudah sejak sepekan terakhir ini Alexa saya tangani secara mandiri tanpa campur tangan TKSK kecamatan. Termasuk pengiriman dan pendampingan Alexa ke RSUD Nganjuk dua hari yang lalu hanya ditemani perangkat desa setempat,” gumamnya.

Menurut Tanti, untuk penanganan ODGJ Alexa memang harus ekstra cepat. Karena sangat membahayakan keselamatan orang tuanya. Sementara kondisi orang tua Alexa dalam kondisi lumpuh. Tidak bisa melawan saat diamuk Alexa.

” Selain sering merusak barang berharga di rumah, Alexa juga pernah berniat akan menghabisi nyawa bapaknya sendiri. Karena kemauannya tidak dituruti,” jelas Tanti juga.

Untuk diketahui pengiriman dan pendampingan Alexa ke RSUD Nganjuk pada hari Sabtu (27/22/2025) tanpa melibatkan TKSK ternyata dibenarkan oleh Mujiono orang tua Alexa dan Panikem ( nenek Alexa).

” Putu kulo bidal ten rumah sakit di antar bu Tanti kalih pak bayan. Bidale beto mobil siaga desa,” ucap Panikem saat ditemui wartawan memo.co.id jari ini ( Minggu,28/12/2025) di rumah kediamannya.

Hal senada juga dikatakan Mujiono bahwa sebelum Alexa dibawa ke RSUD Nganjuk , selama tiga hari berturut turut tepatnya pada Minggu keempat bulan ini rutin disambangi Bu Tanti di rumah. Mulai penanganan persuasif sampai harus mengikat kedua kaki Alexa dengan tali plastik saat ngamok juga dilakukan oleh Bu Tanti.

” Mungkin karena prilaku anak saya sangat mengawatirkan akhirnya harus dilarikan ke rumah sakit. Itupun hanya ditemani pamong setempat,” jelas Mujiono.

Sementara itu dikatakan Muhammad Abdulloh Marwan selaku TKSK Tanjunganom membenarkan jika pada tanggal 23 Desember lalu ada laporan masuk soal ODGJ Ekstrem .

” Belum adanya tindakan karena masih ada kesibukkan mendadak yang tidak bisa ditinggalkan,” ujar Muhammad Abdulloh Marwan saat bertemu di rumah kediaman Alexa pada hari ini ( Minggu,28/12/2025). (Adi)