Example floating
Example floating
Tekno Digi

Tesla Batal Bangun Pabrik di Thailand: Mengapa Indonesia Ketinggalan?

Alfi Fida
×

Tesla Batal Bangun Pabrik di Thailand: Mengapa Indonesia Ketinggalan?

Sebarkan artikel ini
Tesla Batal Bangun Pabrik di Thailand: Mengapa Indonesia Ketinggalan?
Tesla Batal Bangun Pabrik di Thailand: Mengapa Indonesia Ketinggalan?

Namun, kabar ini seolah dibantah pada tahun berikutnya. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan bahwa pada Maret 2022, Tesla kembali menunjukkan minat untuk berinvestasi di Indonesia. “Tadi pagi saya ditelepon dari Amerika, Tesla bilang dia mau bikin deal sama kita,” ujar Luhut saat itu.

Luhut juga menyampaikan rasa frustrasinya terhadap Elon Musk yang dianggapnya bermain-main dengan Indonesia. Menurutnya, meskipun perusahaan telah berkomunikasi selama dua tahun, tampaknya semua itu hanya omong kosong belaka. “Semua mau mendikte. Saya bilang: hey you can not do this, saya bilang sama dia: Today is different. Kita harus sama. Saya bilang kamu nggak bisa begitu lagi. ‘This country is not banana republic’. ‘This country is a great country’,” kata Luhut.

Baca Juga: Indonesia Tegaskan Komitmen di Deklarasi Digital ASEAN: Masa Depan Ekonomi Digital Triliunan USD

Namun, hingga tahun 2023, Tesla belum juga hadir di Indonesia dan malah memilih untuk membuka kantor di Malaysia. Negara tetangga itu juga mengizinkan Tesla untuk mengimpor produknya, serta merencanakan pembukaan showroom, pusat layanan, dan jaringan supercharger.

Meski demikian, Luhut tetap optimis bahwa Tesla pada akhirnya akan berinvestasi di Indonesia. Namun, pada tahun 2024, bukan Tesla yang beroperasi di Indonesia melainkan Starlink, perusahaan layanan internet berbasis satelit. Starlink mampu memasuki pasar Indonesia hanya dengan investasi miliaran rupiah dan sejumlah pegawai yang relatif sedikit.

Baca Juga: Menteri Koperasi Teten Masduki Ungkap Risiko Temu pada UMKM

Strategi Investasi Tesla yang Berubah

Tesla telah memutuskan untuk mengalihkan fokusnya dari pembangunan pabrik di Thailand ke pengembangan infrastruktur pengisian daya. Langkah ini diambil setelah adanya pembicaraan dengan pemerintah Thailand pada November 2023, yang sebelumnya menyarankan investasi senilai US$5 miliar untuk pabrik. Keputusan ini mencerminkan perubahan strategi Tesla dalam memprioritaskan pengembangan jaringan pengisian daya di negara-negara berkembang.