Example floating
Example floating
Life Style

Terungkap! Misteri Cuaca Panas Desember 2023: Prediksi BMKG!

Alfi Fida
×

Terungkap! Misteri Cuaca Panas Desember 2023: Prediksi BMKG!

Sebarkan artikel ini
Terungkap! Misteri Cuaca Panas Desember 2023: Prediksi BMKG!
Terungkap! Misteri Cuaca Panas Desember 2023: Prediksi BMKG!

MEMO

Desember 2023 menampilkan fenomena cuaca tak lazim di Pulau Jawa dan sekitarnya, dengan cuaca panas yang melanda wilayah yang seharusnya sudah masuk musim hujan. Menurut penjelasan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), perubahan cuaca ini dipicu oleh pola tekanan rendah di sekitar Laut China Selatan, mempengaruhi aliran massa udara basah dan menyebabkan kurangnya hujan.

Baca Juga: Langkah Hijau Volume Sampah Ramadhan Di Bondowoso Potensi Meningkat Sarkaspace Hadirkan Drop Box Khusus Botol Plastik Untuk Jaga Kebersihan Kota

Bagaimana prediksi cuaca setelah 23 Desember 2023 dan peringatan BMKG terhadap cuaca ekstrem saat perayaan Natal dan Tahun Baru?

Fenomena Cuaca Tak Lazim di Desember: Penjelasan dan Prediksi BMKG

Biasanya, bulan Desember identik dengan hujan, tapi di sebagian besar wilayah di Pulau Jawa, termasuk Jabodetabek, yang ada malah cuaca panas dan terik. Ini bikin banyak orang bertanya-tanya, kenapa ya suhunya masih panas padahal udah masuk musim hujan?

Baca Juga: Waspada Kesehatan Kasus Leptospirosis Naik di Awal 2026 Musim Hujan Jadi Faktor Utama Penyebaran Bakteri Kencing Tikus di Jawa Timur

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), nggak cuma di Jabodetabek, tapi juga di beberapa wilayah selatan ekuator lainnya, suhu panas dan cuaca terik lagi ngetren.

Dari info yang diunggah di akun Instagram resmi BMKG, mereka jelasin bahwa karena ada pola tekanan rendah di sekitar Laut China Selatan, aliran massa udara basah ke selatan ekuator jadi berkurang. Akibatnya, uap air yang biasanya banyak di daerah itu jadi sedikit, bikin hujan jadi jarang.

Baca Juga: Fakta!!! Penumpang Daop 7 Madiun Meningkat 4,6 Persen pada Masa Nataru 2025/2026 Dibanding Tahun Sebelumnya

“Karena uap airnya dikit di selatan ekuator, awan hujannya di wilayah Jawa – Nusa Tenggara jadi kurang, jadi sinar matahari langsung banget ke bumi di sana,” kata BMKG, seperti yang dikutip Rabu (20/12/2023).

Pengaruh Pola Tekanan Rendah: Cuaca Panas dan Prediksi BMKG

Meskipun di Pulau Jawa dan Nusa Tenggara cuacanya panas, minggu lalu masih ada hujan lebat di sebagian Sumatra Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.

“Punyanya ada pola tekanan rendah di Laut China Selatan yang bikin pola angin jadi berbelok-belok, bikin awan hujan tambah banyak di sekitar Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi,” kata BMKG.

Menurut BMKG, masih kemungkinan ada hujan lebat di beberapa wilayah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Nah, prediksinya begini nih setelah 23 Desember 2023 menurut BMKG: pola tekanan rendah di Laut China Selatan mungkin bakal lemah dalam tiga hingga empat hari ke depan.

“Mungkin bakal ada peningkatan hujan di wilayah Jawa – Nusa Tenggara mulai 23 Desember 2023,” kata BMKG.

Terakhir, BMKG ingetin kita buat tetap waspada selama liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) nanti.

“Jangan lupa waspada sama cuaca yang bisa ekstrem pas Natal dan Tahun Baru 2023/2024,” tegas BMKG.

Fenomena Cuaca Panas Desember 2023: Prediksi BMKG dan Waspada Cuaca Ekstrem Nataru

Fenomena cuaca yang tidak lazim pada Desember 2023 telah mengundang perhatian dan kekhawatiran luas dari masyarakat, khususnya terkait dengan cuaca panas yang masih berlangsung meskipun seharusnya telah memasuki musim hujan.

Menurut penjelasan BMKG, pola cuaca ini dipengaruhi oleh aktivitas pola tekanan rendah di sekitar Laut China Selatan yang mengurangi aliran massa udara basah ke arah selatan ekuator, mengakibatkan minimnya uap air di wilayah Jawa – Nusa Tenggara dan menghambat pertumbuhan awan hujan.

Meskipun demikian, BMKG memprediksi bahwa setelah 23 Desember 2023, ada potensi peningkatan curah hujan di wilayah Jawa – Nusa Tenggara. Namun, mereka juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) sebagai langkah pencegahan yang perlu dilakukan.