Example floating
Example floating
Home

Terkuak! Revolusi MPR: Pemilu, Darurat, dan Peran Tertinggi yang Kembali!

Alfi Fida
×

Terkuak! Revolusi MPR: Pemilu, Darurat, dan Peran Tertinggi yang Kembali!

Sebarkan artikel ini
Terkuak! Revolusi MPR: Pemilu, Darurat, dan Peran Tertinggi yang Kembali!
Terkuak! Revolusi MPR: Pemilu, Darurat, dan Peran Tertinggi yang Kembali!

Menurut pandangan Bamsoet, permasalahan semacam ini masih belum memiliki solusi yang jelas. Oleh karena itu, ia percaya bahwa situasi seperti ini memerlukan perhatian yang sangat serius.

Bamsoet juga merujuk kepada masa sebelum adanya perubahan dalam Undang-Undang 1945, di mana MPR masih memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan demi melengkapi kekosongan dalam aturan konstitusi.

Baca Juga: Pakar Hukum Sebut Rekrutmen Perangkat Desa Kabupaten Kediri Tahun 2023 Cacat Hukum

“Sebagai representasi dari prinsip kedaulatan rakyat, sesuai dengan Pasal 1 ayat (2) UUD, MPR dapat diberikan kewenangan yang sangat besar untuk mengambil keputusan atau penetapan yang akan mengatur dan menangani dampak dari situasi darurat, baik dalam aspek fiskal maupun politik, yang tidak mungkin diantisipasi dan dikendalikan secara normal,” jelasnya.

Usulan yang diungkapkan oleh Bamsoet ini mirip dengan pandangan yang pernah dikemukakan oleh Ketua DPD, La Nyalla Mattalitti, beberapa waktu yang lalu. La Nyalla juga mengusulkan beberapa poin proposal kenegaraan dari DPD untuk melakukan amandemen pada konstitusi.

Baca Juga: PSHWTM Ranting Rungkut Surabaya Bagikan 1.903 Takjil, Usung Tema "Silat Menyehatkan Raga, Berbagi Menguatkan Jiwa"

Salah satu usulannya adalah untuk mengembalikan peran MPR sebagai lembaga tertinggi dalam negara. Selain itu, MPR juga akan diberikan wewenang untuk memilih presiden.

Usulan Bamsoet dan La Nyalla: Mengembalikan Peran Tertinggi MPR dalam Konteks Pemilu dan Kondisi Darurat

Dalam era perubahan yang dinamis, pertanyaan mengenai pengembalian peran MPR sebagai lembaga tertinggi tetap mengundang diskusi mendalam. Sebelum adanya keputusan konkret, perlu adanya dialog antara pemangku kepentingan dan penyelidikan yang teliti terhadap implikasi hukum, politik, dan sosial dari perubahan ini.

Baca Juga: Bill Gates Meramalkan 'Kiamat' Iklim! Masa Depan Bumi Terancam?

Dengan demikian, harapan akan tata kelola yang lebih efektif dan responsif dalam situasi normal maupun darurat dapat tercapai dengan seimbang.