“Barang ada tapi terbatas. Nah itu yang sedang kami dorong, maka itu distribusi perlu dipermudah, kalau barang ada tapi stok terbatas kan percuma,” jelas Mansuri.
Sementara itu, dirinya juga menegaskan bahwa pedagang di pasar itu tidak mempermainkan harga minyak goreng. Adapun, harga yang masih di atas harga eceran tertinggi (HET) karena barang yang dibeli itu memang tinggi.
“Kalau memang barang ada, tidak ada alasan Kemendag atau kita merasa kesulitan, tapi kalau barang tidak ada, apa boleh buat,” tutupnya.












