Lebih jauh, Adib menilai MPB kini tidak lagi fokus pada kerja-kerja sosial kemanusiaan, melainkan bergerak di luar koridor tersebut.
“Awalnya MPB ini murni sosial. Melindungi masyarakat, membantu keluarga yang membutuhkan. Tapi sekarang sudah di luar rel kemanusiaan itu,” katanya.
Baca Juga: SPPG Tlumpu Disorot, Menu MBG di SMAN 1 Kota Blitar Dinilai Tak Layak, IPAL Bermasalah
Ia bahkan mengungkapkan bahwa banyak pengurus DPP maupun koordinator kecamatan (korcam) yang sebenarnya tidak sepakat dengan arah gerakan MPB saat ini. Namun, sebagian masih memilih diam.
“Banyak yang menghubungi saya, menyatakan tidak setuju dan ingin keluar. Saya bilang, saya dulu yang mundur. Setelah ini, kemungkinan besar akan menyusul,” ungkapnya.
Baca Juga: Era Digital dan Tantangan Akurasi, Jairi Irawan Gelar Diskusi Bersama Jurnalis Blitar
Adib juga melontarkan kritik keras terhadap pola kepemimpinan MPB yang dinilainya tidak lagi mencerminkan prinsip organisasi yang sehat.
“Ketua itu seharusnya mengajak bicara, izin, koordinasi. Bukan jalan sendiri. Kalau sudah seperti ini, silakan saja. Saya memilih keluar,” ujarnya lugas.
Baca Juga: Retribusi atau Pungli? Jalur Perbatasan Blitar–Malang Disorot
Ia menegaskan bahwa mulai hari ini, namanya tidak boleh lagi dikaitkan dengan MPB dalam bentuk apa pun, termasuk dalam kegiatan dan kebijakan organisasi ke depan.
“Segala tindakan MPB setelah ini sudah di luar tanggung jawab saya. Nama saya tidak lagi tercatat,” tegas Adib. **












