Kaltim, Memo
Staf honorer di kantor DPRD Kalimantan Timur, berinisal NaDi buka suara tentang isyu yang menerpanya selama ini. Isu layanan seks staf DPRD Kaltim adalah bohong. Tudingan bahwa dia membuka layanan s3ks dengan kedok layanan medis terhadap anggota DPRD di Katim, adalah ulah oknum yang tidak bertanggungjawab.
Baca Juga: Syawalan 1447 H di Ponpes Wali Barokah, Dandim 0809/Kediri Pesankan Ini
“Setiap memberikan layanan kesehatan anggota dewan, saya tidak sendirian. Di dalam ruangan pasti ada staf lain dan mereka melakukannya pada saat jam kerja. Saya menawarkan jasa ke anggota dewan, sampai ada kata-kata dibayar bisa langsung atau di belakang, itu sumbernya dari mana ? ” kata karyawati honorer yang ditugaskan di sekretariat DPRD tersebut, dengan nada serak.
Didampingi sejumlah staf dan anggota DPRD Kaltim, NaDi memberikan klarifikasi di ruang kerja Sekretaris DPRD Kaltim, Dia membeberkan beberapa tuduhan yang dianggapnya palsu yang ditujukan pada dirinya. Misalnya, tudingan sebagai “penjaja seks” dengan berkedok memberikan layanan medis.
NaDi mengaku menjadi staf honorer di DPRD Kaltim sebagai petugas medis sejak 2002. Dalam perjalannya sebagai tenaga honorer di DPRD Kaltim, wanita cantik tersebut mengaku berselisih dengan seorang istri mantan pimpinan ketua DPRD Kaltim.
Pasalnya, pada tahun 2013, oknum mantan pimpinan DPRD membongkar rahasia masa lalunya. Konflik antara dia dengan istri salah satu oknum mantan pimpinan DPRD Kaltim 2013 silam sudah selesai.












