Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie, telah menyatakan bahwa pelantikan Dirut BAKTI akan dilakukan pada bulan Agustus. Ia menyebut bahwa proses seleksi akan dikebut, dengan menyaring 20 kandidat menjadi tiga, dan akhirnya memilih satu dari tiga kandidat tersebut. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri pada kunjungan di Kejaksaan Agung, Jakarta, pada Senin (24/7).
Sebagai informasi sebelumnya, Dirut BAKTI sebelumnya, Anang Achmad Latif, telah dicopot dari jabatannya setelah menjadi tersangka kasus korupsi BTS BAKTI. Dalam kasus tersebut, Kejaksaan Agung juga menetapkan Menteri Komunikasi dan Informatika sebelumnya, Johnny G Plate, sebagai tersangka.
Baca Juga: Heboh! Kominfo Gempur Judi Online, Berhasilkah Membasmi Seluruhnya?
Menteri Komunikasi dan Informatika akan Mewawancarai Tiga Peserta Seleksi Direktur Utama BAKTI
Keputusan dari Panitia Seleksi Pengisian Jabatan Direktur Utama BAKTI Kementerian Komunikasi dan Informatika bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. Proses seleksi ini merupakan bagian dari upaya untuk mengisi posisi Direktur Utama BAKTI setelah pejabat sebelumnya, Anang Achmad Latif, dicopot dari jabatannya karena terlibat dalam kasus korupsi BTS BAKTI.
Kasus tersebut juga menyeret nama Menteri Komunikasi dan Informatika sebelumnya, Johnny G Plate, sebagai tersangka. Dengan proses seleksi yang transparan dan ketat, diharapkan calon Direktur Utama yang terpilih nantinya akan mampu membawa perubahan positif dalam Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi untuk mendukung kemajuan dan aksesibilitas teknologi di Indonesia.
Baca Juga: Konsisten Dukung TNI/ Polri KAI Daop 7 Madiun Berikan Diskon Tarif Mudik












