Example floating
Example floating
Peristiwa

Sembunyi di Pondok Pesantren, Mantan Sekwan DPRD PALI Diringkus

A. Daroini
×

Sembunyi di Pondok Pesantren, Mantan Sekwan DPRD PALI Diringkus

Sebarkan artikel ini
Sembunyi di Pondok Pesantren Mantan Sekwan DPRD PALI Diringkus

– Mantan Sekretaris DPRD PALI, Arif Firdaus (47), tak berkutik saat diringkus Tim Tabur Kejati Sumsel. Terpidana kasus korupsi tersebut, diringkus di sebuah pondok pesantren yang selama ini dijadikannya tempat bersembunyi.

Penangkapan terhadap Arif Firdaus tersebut, dibenarkan oleh Kasis Intelejen Kejari Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Zulkifli. Arif Firdaus diringkus atas kasus korupsi yang menjeratnya sejak tahun 2017 lalu.

Baca Juga: H+2 Lebaran, Meski Ramai dan Padat Situasi Jalan Doho Termasuk Stasiun KA Kediri Tetap Lancar, Begini Penjelasan Polisi

“Dengan memanfaatkan jabatannya sebegai Sekretaris DPRD PALI, terpidana Arif Firdaus telah membuat laporan keuangan ganda dan fiktif sebesar Rp6 miliar, yang patut diduga digunakan untuk kepentingan pribadinya,” ujar Zulkifli, Kamis (10/2/2022).

Zulkifli mengungkapkan, dalam melancarkan perbuatan melawan hukum tersebut, terpidana Arif Firdaus bekerjasama dengan Bendahara Pengeluaran DPRD Kabupaten PALI, yang saat itu dijabat Mujarab.

Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum

“Keduanya telah menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Palembang tahun 2021 lalu, dan telah divonis bersalah oleh majelis hakim tentang melakukan tindak pidana korupsi,” ungkapnya.

Dalam vonis yang ditetapkan majelis hakim tersebut, lanjut Zulkifli, terpidana Mujarab divonis dengan hukuman pidana penjara selama sembilan tahun, dan Arif Firdaus dikenakan hukuman pidana penjara selama 15 tahun, serta uang pengganti senilai Rp6 miliar.

Baca Juga: Duka Mendalam Bocah 8 Tahun Di Sampang Ditemukan Meninggal Di Bawah Jembatan Usai Dilaporkan Hilang Oleh Pihak Keluarga

“Mujarab yang sejak putusan tersebut kimi sudah menjalani masa hukumannya. Sedangkan Arif masih buron sampai saat putusan tersebut dibacakan. Karena menerapkan in absentia terhadap Arif sebab sejak penyidikan dia sudah kabur,” kata Zulkifli.

Dalam penangkapan terpidana Arif Firdaus kemarin, Tim Tabur Kejati Sumsel dan Kejagung mendapatinya di sebuah pondok pesantren di Kampung Babakan Pameungpeuk, Desa Wanasari, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. “Saat ini terpidana sedang dipersiapkan di Kejati Sumsel, kemudian akan diserahkan ke Lapas Pakjo Palembang, untuk menjalani hukumannya,” katanya.