Example floating
Example floating
BLITAR

Safari Ramadan NasDem di Blitar, Saan Mustopa Serukan Persatuan di Pusara Bung Karno

Prawoto Sadewo
×

Safari Ramadan NasDem di Blitar, Saan Mustopa Serukan Persatuan di Pusara Bung Karno

Sebarkan artikel ini

Blitar, Memo.co.id
Langit Selasa siang, 3 Maret 2026, terasa teduh di kawasan Makam Bung Karno, Bendogerit, Kota Blitar. Di antara peziarah yang datang membawa doa, tampak Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa, berjalan khidmat menuju pusara Sang Proklamator.

Ziarah itu bukan sekadar agenda seremonial. Bagi Saan, kunjungan tersebut menjadi momentum meneguhkan kembali nilai perjuangan yang diwariskan Bung Karno kepada bangsa ini.

Baca Juga: Ngopi Ramadan Jadi Panggung Evaluasi Kritis, Reformasi Struktural Jadi Tuntutan Kota Blitar

“Kehadiran kami untuk mendoakan Bung Karno dan mengenang perjuangan beliau. Kita bisa merasakan kemerdekaan hari ini karena jasa dan pengorbanan para pendahulu,” ujar Saan usai ziarah.

Safari Ramadan yang digelar Partai NasDem itu, lanjutnya, menjadi ruang refleksi sekaligus silaturahmi kebangsaan. Menurutnya, Ramadan bukan hanya bulan ibadah, tetapi juga waktu yang tepat untuk memperkuat nilai persatuan dan nasionalisme.

Baca Juga: Solid dan Humanis, PSHT Letting 2025 Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Aksi Ramadan

Ia menekankan pentingnya generasi muda menjaga api semangat kebangsaan agar tidak padam di tengah dinamika zaman.

“Kita harus menjaga dan merawat semangat nasionalisme dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegasnya.

Baca Juga: Refleksi Setahun Pemkot Blitar: 70 Penghargaan hingga Tantangan Pangkas APBD 80 Persen

Tak hanya berziarah ke Blitar, rangkaian safari tersebut juga dijadwalkan menyambangi makam tokoh bangsa dan ulama besar lainnya, seperti Sunan Giri dan Sunan Ampel. Menurut Saan, tradisi ini menjadi cara sederhana namun bermakna untuk terus menyambung ingatan sejarah.

“Dari para tokoh yang telah mendahului kita, kita belajar konsistensi, keberanian, dan komitmen memperjuangkan kebaikan untuk negeri,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Saan juga menanggapi aspirasi masyarakat terkait isu global, termasuk desakan agar Indonesia keluar dari “Board of Peace” menyusul serangan terhadap Iran oleh Amerika Serikat dan Israel.

Ia menyatakan seluruh aspirasi publik akan ditampung dan dibahas lebih lanjut di parlemen.

“Semua aspirasi tentu akan kita diskusikan dalam forum DPR,” katanya.

Saan turut mengecam serangan terhadap Iran, terlebih terjadi di bulan suci Ramadan saat umat Islam tengah menjalankan ibadah puasa.

“Serangan seperti itu bertentangan dengan prinsip kemanusiaan, apalagi dilakukan di bulan suci,” pungkasnya.

Safari Ramadan ini diharapkan menjadi pengingat bahwa perjuangan belum selesai. Di pusara proklamator, doa-doa dipanjatkan dan semangat untuk menjaga Indonesia tetap menyala.**