Example floating
Example floating
Home

Sadewo Tri Lastiono Ungkap Kronologi Provokasi di Konser Ganjar-Mahfud

Alfi Fida
×

Sadewo Tri Lastiono Ungkap Kronologi Provokasi di Konser Ganjar-Mahfud

Sebarkan artikel ini
Sadewo Tri Lastiono Ungkap Kronologi Provokasi di Konser Ganjar-Mahfud
Sadewo Tri Lastiono Ungkap Kronologi Provokasi di Konser Ganjar-Mahfud

MEMO

Kericuhan mengguncang konser Pesta Rakyat Ganjar-Mahfud di GOR Satria Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, dengan sejumlah penonton akhirnya harus dilarikan ke rumah sakit. Wakil Ketua Tim Pemenangan Daerah (TPD) Ganjar-Mahfud Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, mengungkapkan kronologi insiden tersebut, yang berawal lancar namun diakhiri oleh provokasi dan bentrokan yang merugikan. Simak detail kejadian seru ini dalam laporan kami.

Baca Juga: PSHWTM Ranting Rungkut Surabaya Bagikan 1.903 Takjil, Usung Tema "Silat Menyehatkan Raga, Berbagi Menguatkan Jiwa"

Kericuhan Membara di Konser Terkini Banyumas

Wakil Ketua Tim Pemenangan Daerah (TPD) Ganjar-Mahfud Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menjelaskan peristiwa kericuhan yang terjadi dalam konser musik berjudul Pesta Rakyat Ganjar-Mahfud di GOR Satria Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah.

Pada malam konser, yang diadakan pada Kamis (11/1), sejumlah penonton bahkan harus dilarikan ke rumah sakit.

Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap

Sadewo menyatakan bahwa awalnya konser, yang menampilkan penampilan grup band NDX A.K.A dan Tipe X, berlangsung dengan lancar. Namun, menurutnya, masalah muncul di penghujung acara ketika sekelompok orang memprovokasi dengan meneriakkan nama calon presiden lain.

“Ia mengungkapkan bahwa tiga orang yang melakukan provokasi itu hampir dihakimi oleh massa, namun akhirnya diamankan oleh petugas satgas,” ujar Sadewo dalam keterangan yang diterima pada Jumat (12/1).

Baca Juga: DPR Desak BPOM Razia Kurma Berpengawet Selama Bulan Ramadhan

“Ketiga orang tersebut, salah satunya membawa minuman keras dan yang lainnya membawa kunci leter T, sehingga mereka dibawa ke posko,” tambahnya.

Sementara itu, dalam waktu yang bersamaan, provokasi terjadi di titik lain, sehingga petugas segera turun tangan untuk meredakan suasana, meninggalkan hanya beberapa orang di posko keamanan.

Provokasi dan Kericuhan di Pesta Rakyat Ganjar-Mahfud

Pada saat itulah, lima orang dari pihak luar mendatangi posko dan meminta agar dua orang yang diamankan dilepaskan.

“Di posko, hanya tersisa satu petugas satgas dan dua orang dari pihak luar,” kata Sadewo. “Kemudian, lima orang tersebut mendatangi posko dan meminta agar dua orang tersebut dilepaskan, yang kemudian memicu kerusuhan.”

Dampak dari keributan tersebut, beberapa petugas di posko mengalami patah tulang di lengan, tangan, dan kaki.

“Saya mendapat laporan bahwa ada petugas satgas yang dibawa ke rumah sakit. Setibanya di Instalasi Gawat Darurat (IGD), dia dan seorang penonton lainnya terluka akibat lemparan botol,” ungkap Sadewo.

Selain itu, beberapa penonton juga harus dilarikan ke rumah sakit karena pingsan akibat desakan orang banyak.

“Beberapa penonton lainnya juga dibawa ke rumah sakit, tetapi saya tidak mengetahui jumlahnya,” tambah Sadewo.

Buntut Kericuhan di Konser Pesta Rakyat Ganjar-Mahfud: Tantangan dan Pelajaran untuk Keamanan Acara Publik

Dalam penutup, dapat disimpulkan bahwa kericuhan di konser Pesta Rakyat Ganjar-Mahfud menyisakan kerugian yang cukup signifikan. Provokasi di akhir acara mengakibatkan beberapa penonton dan petugas satgas terluka, bahkan ada yang harus dirawat di rumah sakit.

Keributan tersebut mengundang perhatian terhadap keamanan acara publik dan menekankan perlunya pengawasan ketat dalam penyelenggaraan konser. Dengan adanya insiden ini, menjadi penting bagi pihak terkait untuk mengevaluasi protokol keamanan guna memastikan keselamatan semua peserta dan menjamin kelancaran acara serupa di masa depan.