Jombang, Memo
Rumah warga Jogoroto terbakar saat ditinggal sholat taraweh di masjid. Pemiliknya sudah memastikan kompor di dapur tidak nyala, namun kebakaran terjadi. Setelah diselidiki, ternyata pemicu kebakaran rumah akibat konsleting listrik. Ini pelajaran berharga bagi semua, bahwa saat ditinggal kegiatan di luar, koondisi rumah harus mendapat kepastian bahwa semuanya nyaman.
Retnowati , asal Desa Sumbermulyo Jogoroto Jombang, rumahnya rata tanah akibat kebarakaran, tadi malam, saat dia bersama keluarga menunaikan sholat taraweh di masjid kampung. Ketika terbakar, dia tidak tahu. Pertama kali yang mengetahui rumahnya dilalap si jago merah adalah tetangga dekat, yang kebetulan mengetahui kobaran api dari rumah Retnowati.
Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum
Rumah kepunyaan Retnowati( 41), masyarakat Dusun Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Jombang amblas terbakar, Jumat, malam jam 19. 30 Wib. Disaat peristiwa, rumah dalam kondisi kosong. Pemilik lagi menunakan ibadah salat tarawih.
Masyarakat yang mengenali peristiwa itu langsung membagikan pertolongan. Mereka bergotong- royong melaksanakan pemadaman dengan cara manual. Yaitu, menyiramkan air ke posisi kebakaran dengan perlengkapan ala kadarnya, memakai ember serta sejenisnya.
Tetapi kuatnya hembusan angin membuat sang jago merah cepat berkobar. Apalagi menyebar ke titik yang lain. Oleh sebab itu, masyarakat yang lain memberi tahu peristiwa itu ke aparat damkar( pemadam kebakaran). Tidak lama bersela, mobil PMK( pemadam kebakaran) meraung- raung ke lokasi.
Mereka berjibaku melaksanakan pemadaman. Walhasil, beberapa saat kemudian, api sukses dipadamkan. Tetapi begitu, keadaan rumah telah timpas. Walaupun tidak terdapat korban jiwa, tetapi beberapa benda bernilai kepunyaan korban tidak dapat diselamatkan.
â Kita sedang melaksanakan pelacakan. Dugaan sementara, kebakaran diakibatkan korsleting listrik. Kerugian yang dirasakan korban estimasi menggapai Rp 15 juta,â ucap Kepala Sub Bagian Humas Polres Jombang AKP Hariyono












