Hingga Senin (25/8) pukul 09.19 WIB, unggahan permintaan maaf RK telah menerima 8.200 komentar dan 4 juta tampilan. Postingan tersebut juga mendapatkan 8.600 retweet, 14 ribu likes, dan 2.800 bookmarks. Meskipun ada yang memaafkan, banyak juga yang mengkritik RK.
Beberapa warganet meragukan niat RK. Akun @fxmario berkomentar, “Ngetwit seperti ini karena mau maju pilkada ya, Pak?” mengacu pada pencalonan RK di Pilgub DKI Jakarta 2024. Akun @arzulyfikri menambahkan, “Jadi pada intinya postingan lama itu benar-benar jujur, kalau sekarang mengaku lebih bijak tapi sebenarnya takut suara jeblok di pilkada.”
Baca Juga: Konsisten Dukung TNI/ Polri KAI Daop 7 Madiun Berikan Diskon Tarif Mudik
Kicauan Lama Ridwan Kamil: Kritikan Tajam dan Sindiran terhadap Jakarta
Ada pula yang menyoroti usia RK saat membuat tweet tersebut. Akun @yyusarang menyindir, “Bapak ngetwit semua itu sudah umur 40-an tahun, pak. ABG darimana kocak?” Sementara, akun @___yongma menanyakan kehadiran RK di Jakarta yang dapat menambah emisi karbon, mengingat RK sebelumnya mengatakan agar seseorang tinggal sesuai tempat kerja untuk mengurangi jejak karbon.
Meskipun banyak yang memaafkan, tidak sedikit yang mengekspresikan skeptisisme. Akun @ghostfighter__ mengatakan, “Allah maha pemaaf, Pak, tapi netizen bakal mengungkit terus.” Akun @5teV3n_Pe9eL menawarkan saran, “Maafkan iya, tapi jejak digital tidak akan pernah hilang. Jika Pak Emil berani memakai jersey Persija di Bandung, mungkin warga Jakarta akan mempertimbangkan untuk menerima.”
Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu
Beberapa warganet juga menyoroti kualitas pribadi RK dan kebiasaannya mem-pin komentar kritikan. Akun @wnisekai menyebut, “Sepertinya ini karma bapak, yang suka nge-pin komentar kritikan orang di Instagram supaya diserang oleh fans.” Akun @agil_alvian dan @BANGVELLX juga menilai tindakan tersebut sebagai bentuk bullying yang belum bijaksana.
Di luar itu, ada warganet yang merindukan RK yang dulu, yang lebih kritis. Akun @jackjackparrr menyarankan, “Ganti jadi akun shitposting saja, Pak. Kritik pemerintah lebih baik Kang Emil yang dulu.” Sementara akun @moiecy menilai bahwa tweet RK di masa lalu sangat mewakili rakyat, namun kini tidak relevan dengan posisinya sebagai pejabat.
Baca Juga: TMMD ke-127 Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Pemkab Kediri Juga Bekali Warga Olahan Ikan Lele
Sepertinya, meski RK sudah meminta maaf, jejak digital dan pandangan masyarakat tentang dirinya tetap menjadi sorotan.
Permintaan Maaf Ridwan Kamil Ditanggapi Beragam oleh Warganet: Antara Pengakuan dan Skeptisisme
Kicauan-kicauan lama Ridwan Kamil yang berisi sindiran terhadap Jakarta kembali viral setelah diunggah ulang di media sosial. Kicauan-kicauan ini, yang pernah diposting pada tahun 2011, menunjukkan pandangan RK yang dianggap negatif terhadap Jakarta dan penghuninya. Reaksi masyarakat terhadap kicauan ini sangat beragam, memicu diskusi luas mengenai integritas dan sikap RK sebagai calon gubernur.












