Example floating
Example floating
BLITAR

Ribuan Warga Padati Kirab Ketupat Kampung Coklat, Tradisi Sarat Makna Usai Ramadan

Prawoto Sadewo
×

Ribuan Warga Padati Kirab Ketupat Kampung Coklat, Tradisi Sarat Makna Usai Ramadan

Sebarkan artikel ini

Blitar, Memo.co.id

Langit pagi di Kabupaten Blitar terasa berbeda. Riuh langkah warga berpadu dengan lantunan doa, mengiringi Kirab Ketupat Kampung Coklat yang kembali digelar dengan penuh semarak, Sabtu (28/3/2026).

Baca Juga: Bursa Ketua DPC PKB Blitar Memanas, Gus Tamim dan Fathoni Muncul Sebagai Penantang Serius Mak Rini

Tradisi tahunan ini tak hanya menjadi tontonan, tetapi juga ruang perjumpaan—antara budaya, spiritualitas, dan kebersamaan. Ribuan pengunjung tampak memadati lokasi, menyaksikan arak-arakan ketupat yang menjadi ikon utama perayaan.

Sekitar 5.000 ketupat disiapkan panitia dalam kegiatan tersebut. Jumlah itu diselaraskan dengan jamaah pengajian yang turut meramaikan rangkaian acara sejak pagi. Ketupat-ketupat itu kemudian menjadi simbol syukur setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa.

Baca Juga: Dari Jalanan Menuju Kemandirian, Kisah Inspiratif Nasabah PNM Mekaar

Reditya Ansori dari Divisi Quality Assurance Kampung Coklat menuturkan, kirab ini merupakan bentuk konkret pelestarian tradisi leluhur yang dikemas dengan sentuhan religius.

“Kami ingin menjaga warisan budaya tetap hidup, tapi juga relevan dengan nilai-nilai spiritual masyarakat. Karena itu, kirab ini kami padukan dengan pengajian agar maknanya lebih dalam,” jelasnya.

Baca Juga: Pesta Mercon di Tengah Jalan Picu Keributan, Warga Tantang Polisi: “Buka Baju, Sekalian Kelahi!”

Menurutnya, ketupat bukan sekadar makanan khas Lebaran. Di balik anyaman janur yang sederhana, tersimpan filosofi tentang pengakuan kesalahan, keikhlasan untuk saling memaafkan, hingga harapan akan hubungan yang kembali bersih dan erat.

Tak hanya menguatkan nilai budaya, kegiatan ini juga memberi dampak pada sektor pariwisata lokal. Kampung Coklat kembali menunjukkan eksistensinya sebagai destinasi yang mampu menggabungkan edukasi, tradisi, dan hiburan dalam satu momentum.

Bupati Blitar, Rijanto, yang hadir langsung dalam acara tersebut, menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan kirab. Ia menilai kegiatan ini memiliki nilai strategis, baik dari sisi budaya maupun promosi daerah.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Blitar, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Semoga momentum ini semakin mempererat persaudaraan kita semua,” ucapnya.

Ia juga berharap tradisi seperti Kirab Ketupat terus dijaga dan dikembangkan sebagai identitas khas daerah yang mampu menarik perhatian lebih luas.

Di tengah gegap gempita acara, satu hal terasa jelas—tradisi ini bukan hanya tentang keramaian, tetapi tentang merawat makna. Tentang bagaimana masyarakat Blitar menenun kembali hubungan, sehalus janur yang dibentuk menjadi ketupat, penuh kesabaran dan ketulusan.