Agus Zunaidi menekankan bahwa DPC-nya tidak bisa tinggal diam melihat adanya upaya manipulasi informasi yang berpotensi menyesatkan kader dan umat. Baginya, ini adalah pertaruhan atas etika berpartai.
“Kami menolak segala bentuk rekayasa yang mencederai demokrasi internal partai. PPP lahir sebagai rumah besar umat Islam, dan marwah partai tidak boleh dilecehkan oleh kepentingan segelintir orang,” ujarnya, menyiratkan adanya manuver politik tersembunyi.
Baca Juga: SPPG Ringinanyar Mulai Jalan Dulu, Ahli Gizi dan SLHS Menyusul: Pengawasan Ke Mana?
Sementara itu, Sekretaris DPC PPP Kota Blitar, H.M. Nuhan Eko Wahyudi, SH, menegaskan dukungan mereka tetap diberikan kepada kubu yang membawa semangat pembaruan.
“Kami melihat H. Agus Suparmanto hadir membawa semangat pembaruan dan harapan baru bagi PPP yang lebih bermartabat. Beliau figur yang bisa mengembalikan kepercayaan umat kepada PPP,” ungkap Nuhan, menjadikan Agus Suparmanto sebagai simbol perlawanan terhadap status quo.
Baca Juga: RUPS BPR Penataran, Perkuat Manajemen Risiko Kredit
DPC PPP Kota Blitar menutup rilisnya dengan seruan persatuan. Mereka mengajak seluruh kader dan simpatisan di berbagai daerah untuk tetap menjaga semangat perjuangan, mengedepankan kebenaran, dan tidak terprovokasi oleh propaganda politik yang dinilai menyesatkan.
“Kami mengajak seluruh keluarga besar PPP untuk tetap bersatu, mengawal muktamar agar menghasilkan keputusan yang sahih, demokratis, dan bermartabat. Hanya dengan cara itulah PPP dapat kembali dipercaya umat,” pungkas Agus Zunaidi, meninggalkan pertanyaan besar tentang keabsahan hasil Muktamar X PPP ini.
Baca Juga: Ratusan Warga 212 Datangi Kantor Kecamatan Rejotangan, Tuntut Perbaikan Jalan Rusak
Untuk informasi lebih lanjut mengenai berita-berita terbaru di wilayah Blitar dan dinamika politik nasional, kunjungi halaman utama kami di https://memo.co.id/.












