Blitar, Memo
Suasana Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang seharusnya menjadi pesta demokrasi internal, kini justru dibayangi kontroversi sengit. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kota Blitar secara resmi menembakkan kritik tajam, menolak mentah-mentah klaim terpilihnya Mardiono secara aklamasi.
Baca Juga: Prabowo Pilih Kasih Makan Rakyat Daripada Biarkan Uang Negara Dikorupsi
Sikap politik ini disampaikan melalui siaran pers, yang menuding klaim tersebut sebagai “kebohongan besar” dan “manipulasi politik” yang secara serius mencederai marwah partai.
Ketua DPC PPP Kota Blitar, H. Agus Zunaidi, SE, menegaskan bahwa apa yang diklaim di luar arena sama sekali tidak mencerminkan realitas yang terjadi di dalam sidang muktamar. Ia membeberkan sejumlah fakta yang menguatkan penolakan mereka, menunjukkan bahwa proses muktamar jauh dari kata mulus.
“Pertama, hingga malam hari sidang muktamar masih berlangsung dengan sejumlah agenda yang belum tuntas. Kedua, laporan pertanggungjawaban (LPJ) DPP PPP ditolak secara terbuka oleh forum.
Ketiga, suasana sidang justru memanas, bahkan terdengar seruan lantang ‘yang gagal mundur’ dari para peserta,” papar Agus Zunaidi, Selasa (30/9/2025).
Baca Juga: Pesta Mercon di Tengah Jalan Picu Keributan, Warga Tantang Polisi: “Buka Baju, Sekalian Kelahi!”
Atas dasar dinamika yang ricuh tersebut, DPC PPP Kota Blitar menyimpulkan bahwa klaim aklamasi Mardiono adalah klaim sepihak. “Mardiono tidak terpilih secara aklamasi. Itu adalah klaim sepihak yang dibuat tanpa dasar hukum dan tanpa melalui prosedur organisasi yang benar,” tegasnya.
Menolak Rekayasa, Mendukung Perubahan
Agus Zunaidi menekankan bahwa DPC-nya tidak bisa tinggal diam melihat adanya upaya manipulasi informasi yang berpotensi menyesatkan kader dan umat. Baginya, ini adalah pertaruhan atas etika berpartai.
“Kami menolak segala bentuk rekayasa yang mencederai demokrasi internal partai. PPP lahir sebagai rumah besar umat Islam, dan marwah partai tidak boleh dilecehkan oleh kepentingan segelintir orang,” ujarnya, menyiratkan adanya manuver politik tersembunyi.
Sementara itu, Sekretaris DPC PPP Kota Blitar, H.M. Nuhan Eko Wahyudi, SH, menegaskan dukungan mereka tetap diberikan kepada kubu yang membawa semangat pembaruan.
“Kami melihat H. Agus Suparmanto hadir membawa semangat pembaruan dan harapan baru bagi PPP yang lebih bermartabat. Beliau figur yang bisa mengembalikan kepercayaan umat kepada PPP,” ungkap Nuhan, menjadikan Agus Suparmanto sebagai simbol perlawanan terhadap status quo.
DPC PPP Kota Blitar menutup rilisnya dengan seruan persatuan. Mereka mengajak seluruh kader dan simpatisan di berbagai daerah untuk tetap menjaga semangat perjuangan, mengedepankan kebenaran, dan tidak terprovokasi oleh propaganda politik yang dinilai menyesatkan.
“Kami mengajak seluruh keluarga besar PPP untuk tetap bersatu, mengawal muktamar agar menghasilkan keputusan yang sahih, demokratis, dan bermartabat. Hanya dengan cara itulah PPP dapat kembali dipercaya umat,” pungkas Agus Zunaidi, meninggalkan pertanyaan besar tentang keabsahan hasil Muktamar X PPP ini.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai berita-berita terbaru di wilayah Blitar dan dinamika politik nasional, kunjungi halaman utama kami di https://memo.co.id/.












