Untuk kelompok usia lain seperti baby boomers (1946-1964), Gen X (1965-1976), dan milenial (1977-1994), Google tetap menjadi tempat utama mereka dalam mencari informasi.
Google sendiri menyadari ancaman tersebut. Dalam penelitian internal Google, terlihat bahwa 40 persen dari Generasi Z mencari informasi melalui TikTok daripada melalui Google Search. Banyak dari mereka mencari informasi terkait rencana liburan, produk perawatan kulit, tempat makan, dan hiburan.
Baca Juga: Konsisten Dukung TNI/ Polri KAI Daop 7 Madiun Berikan Diskon Tarif Mudik
Separuh dari subjek penelitian juga lebih memilih menggunakan TikTok dan Instagram dibandingkan dengan produk-produk Google seperti Search dan Maps.
Seorang pengguna TikTok, Anne-Christine (21 tahun), menjelaskan bahwa generasinya cenderung menyukai informasi dalam format visual. Talia Magee (24 tahun), pengguna TikTok lainnya, menyatakan bahwa informasi di TikTok lebih mudah untuk dicari.
Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu
TikTok juga memiliki fitur ‘predictive text’ yang membantu pengguna dengan rekomendasi kata-kata tanpa perlu mengetik secara lengkap.
“Kami, yang seumuran dengan saya, lebih suka belajar dari segi visual. Dengan TikTok, kami dapat dengan cepat dan mudah mendapatkan informasi yang kami inginkan melalui video,” jelas Magee.
Baca Juga: TMMD ke-127 Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Pemkab Kediri Juga Bekali Warga Olahan Ikan Lele
Perubahan Paradigma: TikTok Menggeser Google Sebagai Sumber Utama Informasi Bagi Generasi Z
Kehadiran TikTok sebagai sumber informasi terdepan juga menandai perubahan preferensi Generasi Z terhadap format yang lebih visual dan cepat. Bahkan, fitur-fitur seperti ‘predictive text’ di TikTok membantu memfasilitasi pencarian informasi tanpa kesulitan mengetik secara lengkap.
Peran yang semakin dominan ini mencerminkan perubahan dinamis dalam cara manusia, khususnya generasi muda, berinteraksi dengan informasi di era digital ini.












