Example floating
Example floating
Infobis

Revolusi Penerbangan Indonesia: Garuda, Citilink, Pelita Air Bergabung Menjadi Satu!

Alfi Fida
×

Revolusi Penerbangan Indonesia: Garuda, Citilink, Pelita Air Bergabung Menjadi Satu!

Sebarkan artikel ini
Revolusi Penerbangan Indonesia: Garuda, Citilink, Pelita Air Bergabung Menjadi Satu!
Revolusi Penerbangan Indonesia: Garuda, Citilink, Pelita Air Bergabung Menjadi Satu!

Sementara itu, di Indonesia, terdapat sekitar 280 juta penduduk dengan pendapatan per kapita sekitar US$ 4.700.

Erick menyimpulkan, “Ini berarti bahwa Indonesia memerlukan sekitar 729 pesawat. Saat ini, Indonesia baru memiliki 550 pesawat. Jadi, dalam hal logistik penerbangan, kita masih memiliki pekerjaan yang harus diselesaikan,” ungkapnya.

Baca Juga: Pemerintah Salurkan Enam Program Bansos Serentak Mulai April 2026

Erick Thohir Berencana Merger Garuda Indonesia, Citilink, dan Pelita Air: Transformasi Besar dalam Industri Penerbangan Indonesia

Dalam konteks ini, Erick Thohir menekankan pentingnya menurunkan biaya logistik. Melalui penggabungan Pelindo yang sebelumnya terdiri dari empat perusahaan, biaya logistik berhasil ditekan dari 23 persen menjadi hanya 11 persen.

Dengan penggabungan Garuda Indonesia, Citilink, dan Pelita Air, diharapkan akan terjadi penurunan biaya yang serupa dalam sektor penerbangan.

Baca Juga: Strategi Efisiensi Energi Pemerintah Lewat Kebijakan WFH ASN Setiap Hari Jumat

Selain itu, artikel ini juga membahas kekurangan pasokan pesawat di Indonesia. Meskipun telah memiliki 550 pesawat, Indonesia masih memerlukan sekitar 729 pesawat untuk mencapai tingkat logistik yang sesuai dengan populasi dan pendapatan per kapita negara ini.

Dengan langkah-langkah seperti merger BUMN, diharapkan industri penerbangan Indonesia akan semakin kuat dan efisien dalam menghadapi tantangan logistik yang ada.

Baca Juga: Cara Cek Penerima Bansos PKH dan BPNT 2026 Terbaru Jelang Pencairan Tahap II April