-
Rumah sakit plat merah di Ponorogo ini didera isu hukum serius setelah Direkturnya terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terkait jual beli jabatan.
-
Belum usai polemik korupsi, insiden kebakaran hebat melanda gudang farmasi yang menghanguskan dokumen penting dan stok logistik medis.
-
Krisis kepercayaan publik menjadi tantangan berat bagi manajemen rumah sakit di tengah upaya pemulihan layanan kesehatan masyarakat.
Dampak Skandal Korupsi dan Kebakaran Logistik Medis
PONOROGO – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Harjono Ponorogo kini berada dalam pusaran krisis yang menguji ketahanan institusi. Institusi kesehatan terbesar di Bumi Reog ini harus menghadapi pukulan bertubi-tubi, mulai dari pengungkapan kasus hukum oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga musibah kebakaran yang menghanguskan gudang logistiknya.
Baca Juga: Inspirasi Eks TKI Taiwan Sukses Bangun Wisata Petik Melon Premium di Desa Madiun
ReRentetan peristiwa iniak pelak menciptakan kegaduhan di tengah masyarakat yang menggantungkan layanan kesehatannya pada rumah sakit tersebut.
Awal dari krisis ini bermula ketika publik dikejutkan oleh kabar Operasi Tangkap Tangan yang menyeret Direktur RSUD dr. Harjono, Yunus Mahatma, bersama Bupati Ponorogo nonaktif, Sugiri Sancoko.
Baca Juga: Jasad Nelayan Lumpur Gresik Ditemukan Mengapung di Perairan Roomo Setelah Pencarian Tiga Hari

Penindakan oleh lembaga antirasuah ini berkaitan dengan dugaan praktik jual beli jabatan di lingkungan rumah sakit serta desas-desus mengenai aliran dana ilegal dari proyek infrastruktur medis. Nilai suap yang terendus mencapai miliaran rupiah, sebuah angka fantastis yang mencoreng integritas penyedia layanan publik.
Menurut keterangan pihak berwenang, motivasi di balik tindakan nekat sang direktur diduga berawal dari kekhawatiran akan kehilangan kursinya. Upaya mempertahankan jabatan tersebut justru menjerumuskannya ke dalam pusaran gratifikasi yang kini sedang didalami intensif oleh penyidik KPK.
Ironisnya, skandal ini terkuak tepat di saat RSUD dr. Harjono bersiap merayakan hari jadinya yang ke-108, sebuah momen yang seharusnya menjadi ajang refleksi pengabdian, namun justru menjadi titik nadir kredibilitas.
Seolah “jatuh tertimpa tangga”, pada Minggu sore (4/1/2026), si jago merah kembali memberikan ujian fisik bagi RSUD dr. Harjono. Gudang farmasi yang terletak di bagian belakang kompleks IGD mendadak diselimuti asap hitam pekat.
FAQ
Direktur RSUD dr. Harjono, Yunus Mahatma, diamankan bersama Bupati Ponorogo nonaktif Sugiri Sancoko dan beberapa pejabat lainnya.
Dugaan sementara berkaitan dengan praktik jual beli jabatan direktur karena kekhawatiran akan diganti, serta adanya fee dari proyek-proyek di rumah sakit.
Kebakaran menghanguskan sekitar 25-30% area gedung di lantai dua, terutama dokumen medis dan sebagian obat-obatan. Namun, 90% obat di gudang utama dinyatakan aman.
Layanan IGD tetap berjalan, namun area gudang farmasi yang terbakar sempat memaksa petugas melakukan evakuasi terbatas pada material medis yang mudah terbakar.












