Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
BLITAR

Renovasi Istana Gebang Rampung, Diresmikan Langsung Megawati

Prawoto Sadewo
×

Renovasi Istana Gebang Rampung, Diresmikan Langsung Megawati

Sebarkan artikel ini
IMG 20260615 WA0039

“Semua warga negara memiliki hak yang sama di mata hukum. Karena itu hukum harus ditegakkan secara adil,” tegasnya.

Pesan mengenai keadilan hukum itu disambut tepuk tangan para kader dan tamu undangan yang hadir.

Pendaftaran siswa baru
kuota terbatas, datang ke Jl KH Wahid Hasyim Tanjung Warujayeng

Tidak hanya berbicara mengenai sejarah dan hukum, Megawati juga menyoroti perkembangan informasi di era digital. Ia mengingatkan pentingnya etika dalam dunia jurnalistik serta perlunya penyampaian informasi yang berbasis fakta.

Menurutnya, informasi yang tidak akurat berpotensi menyesatkan masyarakat dan mengaburkan kebenaran yang seharusnya menjadi fondasi kehidupan demokrasi.

Ia menegaskan bahwa kebebasan pers harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab moral untuk menjaga kualitas informasi yang diterima publik.

Pada kesempatan yang sama, Megawati juga menekankan pentingnya menjaga ruang demokrasi. Ia menyebut masyarakat harus tetap memiliki kebebasan untuk menyampaikan kritik dan pendapat sebagai bagian dari kehidupan berbangsa.

“Demokrasi harus memberi ruang bagi rakyat untuk berbicara, menyampaikan pandangan dan kritik. Itu bagian dari kehidupan demokrasi yang sehat,” katanya.

Meski menyampaikan apresiasi terhadap sejumlah langkah pemerintah yang dinilainya memberi perhatian pada persoalan sejarah yang berkaitan dengan Bung Karno, Megawati menegaskan bahwa hubungan baik tidak boleh menghilangkan ruang kritik dalam sistem demokrasi.

“Persahabatan tetap persahabatan, tetapi dalam demokrasi setiap orang tetap memiliki hak untuk menyampaikan pandangan,” ujarnya.

Menutup pidatonya, Megawati mengajak seluruh elemen bangsa menjaga Indonesia sebagai negara hukum yang demokratis, menjunjung tinggi keadilan serta tidak melupakan akar sejarah bangsa.

Peresmian renovasi Istana Gebang menjadi momentum yang tidak hanya menandai pembaruan fisik bangunan bersejarah tersebut, tetapi juga menghidupkan kembali pesan-pesan kebangsaan yang selama ini melekat pada sosok Bung Karno.

Di kota tempat sang proklamator dimakamkan, sejarah kembali berbicara. Bukan hanya melalui bangunan yang direnovasi, melainkan melalui ingatan tentang perjuangan, keadilan, dan cita-cita Indonesia yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.**