Surabaya, Memo
Tersebar info tentang rendang daging babi yang dijajakan dengan merk Babiambo. Menu ini sempat membuat ramai karena dijajakan lewat sosial media
Baca Juga: Mengerikan! Kebakaran Besar di Gedung K-Link Jakarta Membuat Heboh
Trendingnya info itu membuat Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bereaksi. Ia memperjelas rendang yang disebut menu ciri khas Minang, Sumatera Barat, baik dan halal.
“Saya ingin ajak semua warga supaya tidak dipengaruhi trendingnya informasi itu (rendang babi). Saya pikir Rumah Makan Sederhana, RM Padang atau Minang yang lain terang ditanggung kehalalan,” tutur Khofifah, selesai makan siang dengan menu rendang sapi dan ayam pop di RM Sederhana Surabaya, Sabtu (11/6/2022).
Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu
Ia juga menggerakkan pengurus rumah makan padang di semua Jawa timur untuk memberikan cap halal. Ini sebagai cara supaya warga semakin percaya rendang yang terhidang di semua rumah makan Minang ialah makanan halal.
“Saya pesan ke semua pemilik rumah makan di Jawa timur, supaya diberi label halal. Ini supaya semua customer masih tetap mendapatkan kepercayaan mendapatkan produk makanan halal,” ucapnya.
Khofifah mengucapkan syukur semua wilayah di Jawa timur sekarang ini ada di PPKM tingkat 1. “Semua bidang UMKM dan pelaku usaha makan minuman (mamin) harus memberi rasa nyaman dan aman ke semua customernya. Tulisi saja yang besar demikian, supaya ditulisi halal. Supaya customer nyaman dan aman,” katanya.
Sekedar diketahui, pemilik usaha nasi padang berbahan baku daging babi, Sergio sempat dibawa ke Polsek Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Jumat (10/6/2022).
Kepala Polsek Kelapa Gading, Kompol Vokky Sagala, menjelaskan pihaknya menyengaja membawa Sergio untuk minta keterangan berkaitan usaha masakan padang yang di campur dengan bahan baku babi.
Tidak lama sesudah diminta keterangan, Sergio mohon maaf ke warga karena sudah membuat keributan berkaitan usaha kulineran punyanya.
Dia akui cuma coba bereksperimen dengan memadukan kulineran ciri khas suku Minang berbahan baku daging babi untuk memperlebar pasar.
“Saya ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya. Pertama buat beberapa pihak yang berasa tersinggung karena ini masalahnya betul-betul tidak ada tujuan untuk mengusik,” kata Sergio.
Sergio akui cuma mencoba ambil peluang baru di dunia kulineran. Ditambah, usaha ‘Babiambo’ itu telah dibuka saat awal 2020 atau pas pada periode wabah Covid-19. Tetapi, usaha itu telah ditutup, hanya karena bertahan empat bulan.
Masakan padang itu viral usai dua anggota DPR RI asal Sumatera Barat Andre Rosiade dan Guspardi mengomentari usaha kulineran ciri khas Minangkabau yang jual rendang dengan bahan daging babi.
Andre menjelaskan usaha kulineran itu memunculkan kegelisahan di tengah-tengah warga Minang. Masalahnya pemilik jual makanan yang diproses dari daging babi.
“Saya telah dengar masalah restaurant di Jakarta yang bikin kegelisahan warga Minang. Ini karena restaurant itu memproses daging babi jadi masakan berbentuk rendang,” ungkapkan Andre












