Sebelumnya, Menteri BUMN Erick menyatakan harapannya agar merger antara BTN Syariah dan Muamalat dapat selesai sebelum Oktober 2024. Hal ini berarti target tersebut harus tercapai sebelum berakhirnya masa jabatan Presiden Joko Widodo.
Erick menjelaskan, “Apabila Muamalat dan BTN Syariah dapat digabungkan pada bulan Maret, April, atau Mei 2024 ini, maka sebelum Oktober, keduanya dapat menjadi bank terbesar ke-16 di Indonesia. Hal ini akan memungkinkan persaingan yang sehat di pasar, dengan Bank Syariah Indonesia berada di peringkat 5 dan hasil penggabungan ini berada di peringkat 16.”
Baca Juga: Pakar Hukum Sebut Rekrutmen Perangkat Desa Kabupaten Kediri Tahun 2023 Cacat Hukum
Klarifikasi Merger BTN Syariah dan Bank Muamalat: Persiapan dan Harapan Menuju Peringkat Bank Teratas di Indonesia












