“Kami berharap dengan pengembangan jalur MRT Jakarta fase 3 ini akan mendukung perkembangan transportasi publik perkeretaapian yang akan berdampak luas bagi masyarakat DKI Jakarta dan sekitarnya,” tambahnya.
Saat ini, MRT jalur utara-selatan telah beroperasi dengan panjang 16 km dari Lebak Bulus hingga Bundaran HI, dengan jumlah penumpang rata-rata mencapai 100 ribu orang per hari.
Baca Juga: Pemerintah Salurkan Enam Program Bansos Serentak Mulai April 2026
Apabila seluruh koridor dari Tomang hingga Medan Satria sudah terhubung, maka jalur MRT ini akan membentang sepanjang 90 km dari Balaraja di Tangerang hingga Cikarang, Bekasi. Selain itu, jalur timur-barat ini juga akan melintasi 3 provinsi, 2 kabupaten, dan 3 kota.
MRT Jalur Timur-Barat: Pengembangan Transportasi Perkeretaapian yang Berdampak Luas bagi Masyarakat
Dalam proyek ambisius Moda Raya Terpadu (MRT) jalur timur-barat, Kementerian Perhubungan telah menyerahkan basic engineering design (BED) kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, sebagai langkah awal untuk memulai pembangunan fase 1 tahap 1 MRT di Jakarta.
Baca Juga: Strategi Efisiensi Energi Pemerintah Lewat Kebijakan WFH ASN Setiap Hari Jumat
Keputusan ini merupakan bagian dari upaya mendukung arahan Presiden Jokowi dalam pengembangan transportasi publik perkeretaapian perkotaan. Dengan kesuksesan jalur utara-selatan, harapan besar terletak pada kelanjutan proyek MRT jalur timur-barat, yang direncanakan melintasi 3 provinsi, 2 kabupaten, serta 3 kota, membentang sepanjang 90 km dari Balaraja di Tangerang hingga Cikarang, Bekasi.
Proyek ini diharapkan dapat memberikan dampak luas bagi masyarakat DKI Jakarta dan sekitarnya, dengan meningkatkan kualitas transportasi publik dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Baca Juga: Cara Cek Penerima Bansos PKH dan BPNT 2026 Terbaru Jelang Pencairan Tahap II April












