“Salah satu catatan untuk pertumbuhan PAD salah satunya adalah rumah sakit karena sumber pendapatan terbesar kita dari jasa termasuk rumah sakit, kesehatan jadi tumpuan utama kita untuk PAD,” ungkapnya.
Selain itu, Pemkot Blitar juga akan mendorong digitalisasi layanan untuk meningkatkan pendapatan.
Baca Juga: Sidak TKP2OM di Blitar Kota, Kapolres Pastikan Keamanan Produk untuk Masyarakat
“Kita juga akan mendorong digitalisasi untuk mendongkrak PAD seperti e-parkir di fasilitas pemerintah,” katanya.
Mas Ibin optimistis PAD Kota Blitar tetap tumbuh dalam dua tahun ke depan.
“Namun tetap kita harapkan 2026-2027 nanti PAD kita akan tetap naik dari tahun sebelumnya,” imbuhnya.
Sektor jasa pariwisata juga akan dimaksimalkan, terutama dari perhotelan dan restoran yang menunjukkan tren kenaikan.
Baca Juga: Siap Pimpin PKB Kota Blitar, Totok Beberkan Strategi Menuju 2029
“Akan kita maksimalkan juga sektor jasa-jasa pariwisata yang telah naik dari tahun sebelumnya seperti dari perhotelan dan restoran,” jelasnya.
Terkait efisiensi, Mas Ibin memaparkan kebijakan pemotongan Tambahan Penghasilan (Tukin).
“Untuk target efisiensi pemotongan Tukin, kemarin P3K sudah kita potong 50 persen ya, tahun ini Tukin PNS dipangkas 15 persen. Infonya tahun depan maksimal belanja pegawai 30 persen ya, namun tata kelola kita akan tetap mengikuti tata kelola dari pusat,” paparnya.
Dengan kebijakan tersebut, Pemkot Blitar mampu menghemat anggaran cukup signifikan.
“Dengan memotong 15 persen itu kita bisa menghemat kurang lebih 26 miliar termasuk dari P3K, untuk barang dan jasa termasuk jasa THL sekitar 76 miliar, karena kita harus menyesuaikan dengan pemotongan anggaran 126 miliar,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa efisiensi tersebut merupakan konsekuensi penyesuaian fiskal.
“126 miliar itu nyarinya dari mana? Ya gini semua kita sisir seperti itu, ya memang karena ini dampak efisiensi,” tegasnya.
Meski berat, Mas Ibin memastikan kebijakan tersebut diarahkan untuk program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Efisiensi kita untuk mendanai program-program yang berdampak langsung dan bermanfaat bagi masyarakat secara langsung ya, itu harapan kami,” pungkas Mas Ibin.**












